Namun nahas, Kasta Dalit berada dibagian yang paling rendah. Dimana, mereka pun dianggap tidak pantas berada didalam sistem kasta.
Dilansir dari National Geographic, 4 kasta yang dikategorikan sebagai kasta utama yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra.
Selain kasta tersebut, terdapat ribuan sub-kasta yang mana dibagi dengan beberapa faktor seperti wilayah, dialek, pekerjaan, kedudukan sosial dan juga ekonomi.
Sebanyak 80% populasi dari Kasta Dalit tinggal di pedesaan dengan menganut agama Hindu yang sangat kental. Hal ini menyebabkan tidak banyak perubahan terkait lapangan pekerjaan.
Karena pekerjaan kasta Dalit berada dititik paling bawah yang berpenghasilan rendah.
1 juta orang dari Kasta Dalit bekerja sebagai pemulung, membersihkan jamban dan selokan dengan tangan dan membuang hewan-hewan yang sudah mati.
Sementara Kasta Dalit lainnya bekerja sebagai buruh tani yang terpenjara dalam kemiskinan. Buta huruf dan berada diposisi kasta yang ditindas.
Sedangkan 15 juta anak-anak dari kasta Dalit pun sama sekali tidak bisa mengenyam pendidikan dan bekerja sebagai buruh pengangkut batu dan pabrik dengan pendapatan yang tidak seberapa dan sangat jauh dari kata cukup.
Kasta Dalit dipercaya sebagai Kasta yang bahkan haram untuk disentuh/Untouchable.
Sejak zaman dulu, Kasta Dalit sudah menjadi masyarakat yang dikucilkan. Kondisi ini dijadikan keyakinan bahwa orang yang menyentuh fisik orang Dalit dianggap tercemar.
Baca Juga: BIKIN MERINDING! Kisah Horor Mahasiswa Dipelototi Hantu Nenek-nenek di Toilet Kampus
James berpendapat dalam bukunya yang berjudul "The Illustrated Encyclopedia of Hinduism" menulis bahwa warga Dalit dianggap "mencemari" masyarakat Hindu sehingga dijatah pekerjaan yang paling kotor dan gaji terendah.
Lembaga riset kebijakan ekonomi tertua India yaitu National Ncaer Concil bersama University of Maryland Eastern Shore melakukan survey terkait perilaku kelompok-kelompok sosial di India terhadap orang Dalit.
Menurut hasil survey tersebut dikatakan bahwa terdapat 27% Responden menghindari kontak fisik dengan orang-orang dari Kasta Dalit.
Bahkan 30% penganut agama Hindu memerlakukan orang Dalit secara spesifik yaitu dengan melarang mereka pergi ke dapur, menggunakan peralatan masak ataupun makan.
Menurut Human Right Watch, Mita Narula mengungkapkan bahwa "Dalit tidak diperbolehkan minum dari sumur ataupun cangkir yang sama, dari kuil yang sama. Serta memakai sepatu yang sama dipakai dengan kasta kelas atas."
Kasta Dalit juga lemah dari perlindungan hukum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!
-
Misteri Berdarah di Istana Joseon: Intrik Politik dalam The Red Palace
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Wali Kota Makassar Tegaskan SPMB 2026 Anti Curang, Sistem Canggih dan Transparan
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik
-
Biaya Laundry 1 Pakaian Dalam Rudy Mas'ud Rp40 ribu, Warganet Kaget: Sempaknya Titan Kah?
-
OnePlus Ace 6 Ultra Resmi Rilis, Usung Dimensity 9500 dan Baterai Raksasa
-
Modal Cerita Kosong, Mortal Kombat II Bukti Hollywood Salah Arah
-
Sembilan Tahun Sembunyi, Jejak Sang Penipu Mebel Terhenti di Kapas Krampung Surabaya
-
Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri