SuaraSoreang.id-Benarkah di India nyawa seseorang lebih rendah daripada satu sapi?
Melansir fakta dari Kanal Youtube Data Fakta pada 19 Oktober 2022, menjelaskan bahwa Kasta Dalit katanya lebih rendah dari seekor binatang, bahkan lebih rendah dari seekor sapi.
Pernyataan ini terdengar berlebihan tapi kalian akan setuju dengan fakta dunia terkait Kasta Dalit ini.
Ketika seekor sapi dihina bahkan dianiaya di India, siap-siap hal itu akan membuat masyarakat India marah. Karena mereka menganggap bahwa sapi adalah makhluk suci, yaitu Dewa.
Tapi berbeda ketika Kasta Dalit dianiaya ataupun meninggal, itu sudah menjadi hal yang biasa.
Sistem kasta di India, melansir salah satu penelitian yang berjudul "Pithoragarh: Dalit man killed for 'eating with upple caste people', case lodged".
Pada penelitian itu dijelaskan, bahwa ada seorang pria bernama Ramesh Ram berusia 45 tahun yang berasal dari Kasta Dalit meninggal akibat dipukul ramai-ramai saat makan di sebuah pesta pernikahan. Penyebabnya adalah karena, dia duduk dan makan bersamaan dengan orang-orang dari kasta yang lebih tinggi.
Sebelum kejadian itu, ada seorang pria yang juga berasal dari Kasta Dalit disiksa hanya karena ikut menonton di salah satu festival tari.
Ada lagi kasus sebelumnya yaitu beberapa orang dari Kasta Dalit juga di Gujarat, dipukuli hanya karena mereka berasal dari Dalit dan memelihara kumis yang rapi.
Baca Juga: BIKIN MERINDING! Kisah Horor Mahasiswa Dipelototi Hantu Nenek-nenek di Toilet Kampus
Kasus Diskriminasi kasta Dalit ini ternyata masih ada sampai sekarang, karena di India itu adalah kepercayaan tua agama Hindu yang masih menganut kepercayaan dari tingkatan Kasta.
Sistem kasta ini sebetulnya sudah dilarang sejak tahun 1950-an. Akan tetapi, terkait hal ini masih menjadi persoalan yang mana sudah sangat melekat dalam kehidupan di India.
Tidak sebagai marga, sistem kasta ini sudah masuk dalam struktur kegiatan sosial, ekonomi dan politik.
Pada awalnya, sistem kasta ini dibuat untuk menjaga ras terbaik yaitu Kemurnian ras Arsa dimana bertujuan untuk mengontrol populasi orang-orang asli India.
Namun berbeda dengan sistem kasta saat ini yang digunakan bertujuan untuk memisahkan kasta sosial dalam memperoleh pekerjaan dan kedudukan sosial. Sehingga sistem kasta ini masih dipraktikkan hingga sekarang. Buktinya, pernikahan antar kasta pun hanya 5% di India.
Agama Hindu di India membagi sistem kasta menjadi empat bagian berdasarkan karma dan kesucian ketika mereka hidup di masalalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Maarten Paes Cs Gagal Kalahkan PSV, Oscar Garcia Sebut Ajax Kehilangan Jati Diri
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
-
Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB
-
Gagal Angkat Trofi Piala Liga Inggris, Mimpi Arsenal Juara Premier League Juga Terancam Hancur
-
Kepa Arrizabalaga Biang Kerok Kekalahan Arsenal dari Manchester City
-
Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran
-
Sebelum Diduga Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori, eks Suami Ancam Bunuh Diri Pakai Pisau Gegara Ogah Pisah
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun