/
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 11:46 WIB
Menko Polhukam, Mahfud MD soroti perilaku wanita bercadar yang menerobos masuk ke Istana Negara dengan menodongkan senjata api beberapa waktu lalu. ((ANTARA/HO-Humas Unej))

SuaraSoreang.id - Seorang wanita bercadar yang mencoba menerobos Istana Negara beberapa waktu lalu, mendapat respon dari beberapa pihak.

Salah satunya adalah dari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Moh Mahfud MD.

Menurut Mahfud MD, aksi yang dilakukan oleh wanita bercadar tersebut merupakan sebuah bukti bahwa paham radikalisme masih ada di tahan air.

"Bahwa kemarin ada seorang perempuan yang menerobos Istana negara dengan membawa pistol FN, Itu sebagai bukti bahwa radikalisme itu masih ada," ucap Mahfud MD, dikutip dari PMJ News, Jumat (28/10/2022).

Maka dari itu, kata Mahfud MD, masyarakat masih perlu untuk diberi pemahaman terkait bahaya radikalisme untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Maka dimulai dari berbagai lembaga pendidikan dan juga di rumah. Bahwa negara ini adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kepada kita kesempatan untuk maju seperti sekarang," sambungnya.

Selanjutnya, Mahfud MD juga menjelaskan bahwa Pancasila merupakan nilai dasar yang harus menjadi kesepakatan bersama.

"Nilai dasarnya adalah Pancasila sebagai kesepakatan bersama. Kalau dalam bahasa agama itu Pancasila itu janji suci untuk hidup bersama. Itu nilai dasarnya," tuturnya.

Lebih lanjut Mahfud MD mengingatkan untuk terus menggalakan kampanye terkait Pancasila sebagai dasar negara yang harus menjadi kesepakatan bersama yang utuh, yang apabila dilanggar, akan mengakibatkan bahaya bagi kelangsungan NKRI.

Baca Juga: PSSI akan Percepat KLB, Bagaimana Nasib Pemberhentian Liga 1 2022-2023?

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang wanita bercadar diketahui menodongkan pistol ke personel Paspampres untuk menerobos masuk ke Istana Negara.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, wanita tersebut menghampiri anggota Paspampres yang tengah berjaga di depan gerbang Istana Negara.

Wanita yang diperkirakan berusia 25 tahun tersebut, kemudian menodongkan senjata api ke arah anggota Paspampres yang tengah bertugas.

Senjata api tersebut saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian, termasuk tas dan sebuah handpone milik pelaku.(*)

Sumber: PMJ News

Load More