/
Selasa, 01 November 2022 | 16:34 WIB
Mumi tertua di dunia (Pixabay/ESD-SS)

SuaraSoreang.id – Pernahkah kamu menonton film horor dengan karakter hantu mumi? biasanya hantu mumi atau mayat yang diawetkan ini diidentikkan dengan budaya Mesir kuno.

Mesir kuno terkenal akan praktiknya yang mengawetkan mayat dengan balsam, populer dengan sebutan mumi atau mumifikasi.

Walaupun demikian, bangsa mesir kuno bukanlah yang pertama kalinya melakukan praktik tersebut. Banyak bangsa dari belahan dunia lain yang ternyata melakukan praktik mumi.

Karena, proses mumi ini bisa terjadi secara alami yang disebabkan oleh paparan suhu dingin yang esktrem atau faktor lain dari lingkungan yang menghambat terjadinya pembusukan mayat.

Berikut beberapa mumi tertua di dunia yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Mumi Spirit Cave

Mumi satu ini ditemukan tersembunyi di dalam gua Spirit Cave, Amerika Serikat. Ditemukannya pada tahun 1940 di kuburan dangkal.

Melansir dari ancient origin, mumi tersebut merupakan seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahun ketika meninggal.

Mumi Spirit Cave ini contoh mumifikasi alami yang jasadnya bisa terawetkan karena udara kering dan udara yang dijernihkan di dalam gua.

Baca Juga: Pengakuan Pria yang Menikah 88 Kali Bikin Kang Dedi Mulyadi Takjub: Pernikahan Paling Pendek Satu Minggu

Mulanya mumi ini diyakini berusia antara 1.500 dan 2.000 tahun. Karena penanggalan karbon pada tahun 1900-an menunjukan mumi ini dimakamkan sekitar 10.600 tahun yang lalu.

Mumi Chinchorro

Berasal dari budaya Chinchorro di Amerika Selatan, tercatat budaya ini yang paling awal sengaja membuat mumi.

Ada tujuan dalam mumifikasinya, yakni menghormati, mengingat, dan tetap terhubung dengan orang mati.

Melansir dari history, proses mumifikasi dari budaya Chincorro terbilang rumit. Karena adanya proses mengangkat kulit dan organ orang mati, dikikisnya daging dari tulang, lalu kerangka diperkuat dengan alang-alang dari tanah liat.

Belum selesai sampai disitu, kulit kembali ditempelkan kepada mayat untuk selanjutnya dilakukan pengecatan dengan warna merah atau hitam, serta dipasangkan wig dan masker tanah liat di kepalanya.

Mumi bersegel dari Dinasti Han

Berbeda dengan mumifikasi dari Mesir kuno, di Cina, segel rapat pada peti mati bagian dalam bertanggung jawab atas mumifikasi.

Dengan cara ketatnya pengepakan kain di dalam peti mati, tubuh dari mayat tersebut dibungkus erat dengan 20 lapis sutra.

Ditempatkannya juga di dalam serangkaian empat peti mati yang masing-masing diisi dengan arang dan disegel rapat dengan tanah liat.

Mayat tersebut pun jadi terawat baik. Bahkan, masih terdapat darah dalam pembuluh darahnya meskipun wajah mumi tersebut bengkak.

Itulah tiga mumi yang tersebar di berbagai dunia yang diperkirakan usianya cukup tua. (*)

Kontributor: Shafa Maura Zahwa

Load More