SuaraSoreang.id – Pernahkah kamu menonton film horor dengan karakter hantu mumi? biasanya hantu mumi atau mayat yang diawetkan ini diidentikkan dengan budaya Mesir kuno.
Mesir kuno terkenal akan praktiknya yang mengawetkan mayat dengan balsam, populer dengan sebutan mumi atau mumifikasi.
Walaupun demikian, bangsa mesir kuno bukanlah yang pertama kalinya melakukan praktik tersebut. Banyak bangsa dari belahan dunia lain yang ternyata melakukan praktik mumi.
Karena, proses mumi ini bisa terjadi secara alami yang disebabkan oleh paparan suhu dingin yang esktrem atau faktor lain dari lingkungan yang menghambat terjadinya pembusukan mayat.
Berikut beberapa mumi tertua di dunia yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.
Mumi satu ini ditemukan tersembunyi di dalam gua Spirit Cave, Amerika Serikat. Ditemukannya pada tahun 1940 di kuburan dangkal.
Melansir dari ancient origin, mumi tersebut merupakan seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahun ketika meninggal.
Mumi Spirit Cave ini contoh mumifikasi alami yang jasadnya bisa terawetkan karena udara kering dan udara yang dijernihkan di dalam gua.
Mulanya mumi ini diyakini berusia antara 1.500 dan 2.000 tahun. Karena penanggalan karbon pada tahun 1900-an menunjukan mumi ini dimakamkan sekitar 10.600 tahun yang lalu.
Berasal dari budaya Chinchorro di Amerika Selatan, tercatat budaya ini yang paling awal sengaja membuat mumi.
Ada tujuan dalam mumifikasinya, yakni menghormati, mengingat, dan tetap terhubung dengan orang mati.
Melansir dari history, proses mumifikasi dari budaya Chincorro terbilang rumit. Karena adanya proses mengangkat kulit dan organ orang mati, dikikisnya daging dari tulang, lalu kerangka diperkuat dengan alang-alang dari tanah liat.
Belum selesai sampai disitu, kulit kembali ditempelkan kepada mayat untuk selanjutnya dilakukan pengecatan dengan warna merah atau hitam, serta dipasangkan wig dan masker tanah liat di kepalanya.
Mumi bersegel dari Dinasti Han
Berbeda dengan mumifikasi dari Mesir kuno, di Cina, segel rapat pada peti mati bagian dalam bertanggung jawab atas mumifikasi.
Dengan cara ketatnya pengepakan kain di dalam peti mati, tubuh dari mayat tersebut dibungkus erat dengan 20 lapis sutra.
Ditempatkannya juga di dalam serangkaian empat peti mati yang masing-masing diisi dengan arang dan disegel rapat dengan tanah liat.
Mayat tersebut pun jadi terawat baik. Bahkan, masih terdapat darah dalam pembuluh darahnya meskipun wajah mumi tersebut bengkak.
Itulah tiga mumi yang tersebar di berbagai dunia yang diperkirakan usianya cukup tua. (*)
Kontributor: Shafa Maura Zahwa
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama