SuaraSoreang.id - Alasan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika gugat cerai Dedi Mulyadi masih menjadi sorotan.
Akhirnya Anne Ratna Mustika yang akrab disapa Ambu Anne buka suara terkait alasan gugat cerai Dedi Mulyadi.
Ambu Anne mengaku jika Dedi Mulyadi sudah lama tidak memberikan nafkah lahir dan batin sebagaimana kewajiban seorang suami pada istri.
Namun, Ambu Anne menegaskan jika nafkah lahir batin yang dia maksud bukan sekedar soal urusan ranjang.
Yang Ambu Anne inginkan adalah sosok suami yang memberikan rasa tenang dan nyaman pada dirinya.
"Kebutuhan batin itu tidak melulu urusan ranjang, namun perlu seorang istri itu diberikan kenyamanan dan ketenangan hati agar seorang istri merasa dihargai oleh suaminya," ungkap Ambu Anne.
Belakangan warganet menemukan sebuah cuplikan video Ambu Anne yang membicarakan sosok Dedi Mulyadi di kehidupannya.
Ambu Anne secara langsung mengungkap jika Dedi Mulyadi jarang ada di rumah. Hal ini terjadi semenjak Dedi Mulyadi menjabat sebagai wakil bupati Purwakarta.
Cerita ini diungkap Ambu Anne dalam sebuah acara vaksinasi lansia di Purwakarta ketika memberikan kesempatan sambutan dan mengobrol dengan anggota DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata.
Baca Juga: Nikita Mirzani Siap Bertarung dengan Dito Mahendra di Pengadilan, Berkas Dakwaannya telah Rampung
"Kang Dedi itu karena dia laki-laki ya, kalau laki-laki itu sepertinya, kalau bekerja itu fokus pak, kalau bahasa saya itu all out gitu Pak," ungkap Ambu Anne.
Dia mengungkap jika Dedi Mulyadi jarang ada di rumah. Kang Dedi sebagai suami justru lebih sibuk turun ke masyarakat hingga pulang pagi.
"Kalau Kang Dedi dulu itu jarang di rumah Pak. Jadi, berangkatnya subuh bersepeda, ngecek, nanti pulangnya pagi lagi, Pak, jam 3 jam 4," kata dia.
Ambu Anne juga mengungkap reaksi Kang Dedi jika ada orang yang bertanya soal kondisi istri dan anaknya di rumah seperti apa.
Kemudian Ambu Anne menirukan jawaban Kang Dedi Mulyadi ketika mendapati pertanyaan terkait keluarganya.
"(Kang Dedi bilang) Biarin lah anak mah ada ibunya," ujar Ambu Anne menirukan jawaban Dedi Mulyadi dulu.
Berita Terkait
-
Maula Akbar Putra Sulung Kang Dedi Mulyadi dari Istri Pertama? Beda dengan umur Pernikahan dengan Ambu Anne
-
Sentil Ambu Anne soal Jarang di Rumah, Dedi Mulyadi: Kerja Keras Membangun Purwakarta, Anda yang Dapatkan Manfaat
-
Dedi Mulyadi Minta Ampun pada Darah Dagingnya Karena Kisah Hidupnya Dipendam 23 Tahun, Ambu Anne sebut Bukan Urusan Ranjang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati