/
Minggu, 06 November 2022 | 21:55 WIB
Kisah horor nyata, diteror potongan tangan horor (pixabay)

Joe akhirnya sampai di kampung halaman. Rumahnya dalam keadaan sepi karena katanya sedang menghadiri undangan pernikahan. 

Ia pun memutuskan mandi dan beristirahat.

Saat hendak tertidur, Joe melihat lagi potongan tangan tersebut. Kaget dan takut menyelimuti Joe, ia pun berlari mundur dan tersudut di pojok kamar, tidak bisa bergerak lagi. Sedangkan potongan tangan itu terus saja mendekatinya dan menarik tangan Joe. 

Tangan itu terus bergerak mendekati leher Joe, ia sudah berteriak berkali-kali meminta tolong namun tidak ada yang mendengar. 

Joe sudah tidak bisa lagi bergerak, dengan kondisi matanya sudah melotot dan mulai kehabisan oksigen. Antara takut karena ngeri dan takut mati. Joe sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi. 

Keadaan Joe sudah diujung tanduk, beruntung kakeknya datang dan menarik tangan itu sampai berguling-guling untuk melawan. 

Joe yang saat itu panik melihat kengerian didepan matanya langsung tapi harus tetap membantu kakeknya pun berdiri dan mengambil jebakan tikus yang ada di kamarnya. 

Kakeknya pun melemparkan potongan tangan itu sampai akhirnya terjepit jari-jari tangannya namun tetap meronta-ronta hendak melepaskan diri. 

Kakeknya kemudian mengambil korek api kemudian membakar tangan itu dengan membaca surat al-fatihah. Tangan itupun tiba-tiba berubah menjadi belatung yang banyak seukuran nasi dan menyebar kemana-mana. 

Baca Juga: Sebelum Pulang ke Jambi, Kamaruddin Simanjuntak Ajak Keluarga Brigadir J Makan Malam Hingga Joget Bersama

Joe yang masih kalut bertanya takut kepada kakeknya apa yang terjadi. 

Kakeknya pun menjawab "Tangan itu berasal dari potongan tangan orang yang mati penasaran. Kamu kalau berperilaku, apa-apa lain kali harus lebih berhati-hati dan berucap." Kata kakeknya.

Joe pun menjelaskan kejadian kecelakaan beruntun yang ia lihat saat perjalanan pulang. "Iya kek, tadi dijalan ada kecelakaan beruntun dan aku gak sengaja menggilas tangan itu namun langsung pergi." 

"Makanya Joe, banyak berdoa dalam keadaan apapun." Kakeknya memberi nasehat.

"Iya kek." 

"Yasudah sekarang kamu istirahat dan jangan ceritakan hal ini ke orang-orang rumah." Jelas kakeknya lagi yang dijawab Joe dengan anggukkan. 

Load More