/
Senin, 21 November 2022 | 12:54 WIB
Kang Dedi Mulyadi singgung poligami sebut punya satu istri ruwet. Kebiasaan Ni Hyang di rumah dinas berebeda ketika bersamanya. Lebih betah dengan Kang Dedi? (Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel)

SuaraSoreang.id – Baru-baru ini Dedi Mulyadi sering mengunggah kebersamaannya bersama anak bungsunya, Ni Hyang

Cara Dedi Mulyadi menghabiskan waktu ini diunggahnya ke dalam kanal YouTubenya KDM Channel.

Dalam video terbarunya, Dedi Mulyadi bermain dengan Ni Hyang di dalam rumahnya, kemudian mengajak putri kesayangnanya itu untuk jalan-jalan menggunakan mobil.

Di samping itu, Dedi Mulyadi ungkap kebiasaan unik Ni Hyang.

Dia mengungkapkan jika Ni Hyang memiliki perbedaan ketika berada di rumah dinas dibanding ketika main dengan dirinya.

“Memiliki keanehan-keanehan diantaranya, kalau di rumah dinas susah buang air besar. Tapi kalau sudah naik mobil ayah, langsung saja dimanapun tidak mengenal tempat, akhirnya membuat kita mampir-mampir ke minimarket, pom bensin, rest area,” ungkapnya dikutip bandung.suara.com dari kanal Youtube KDM Channel, Senin (21/11/2022).

Kemudian, Kang Dedi Mulyadi berhenti di penjual nanas pinggir jalan dan terjadi perbincangan singkat terkait rasa dari buah nanas itu.

Dedi Mulyadi menginginkan nanas dengan rasa yang manis. Penjualpun memastikan jika nanas yang dijual manis karena jenis nanas madu.

Obrolan pedagang ini mengarah pada bahasan rumah tangganya dengan sang istri, Anne Ratna Mustika yang kini menggugat cerai dirinya.

Baca Juga: Anak Pertama Lahir Saat Lidya Kandou dan Jamal Mirdad Belum Menikah, Pria Ini Ngaku Ayah dari Nana Mirdad

Mengaitkan istilah 'madu' yang merujuk pada poligami, Dedi Mulyadi langsung menyinggung hubungan pernikahannya.

“Boro-boro madu, satu saja hilang. Boro-boro ngemadu, satu saja ruwet,” ungkapnya.

Hal ini membuat pedagang tertawa dengan candaannya. 

Kemudian Dedi Mulyadi mencicipi nanas yang dijajakan tersebut, namun ternyata rasanya tetap asam.

Kang Dedi langsung memarahi penjual nanas ini karena berdagang deng an cara yang tidak jujur.

“Kalau dagang jujur, enggak laku,” ungkapnya.

Dia mengomentari pernyataan ibu penjual tersebut yang awalnya tidak jujur memberikan gambaran rasa nanas.

“Kalau menurut saya dengan jujur pembeli nantinya akan datang lagi, Ibu enggak boleh pernyataanya itu, dagang harus jujur,” kata dia.

Menurutnya, cara berdagang itu wajib diiringi kejujuran agar mendapat keberkahan.

Kang Dedi juga meminta penjual itu untuk berhenti memanipulasi cara berdagangnya yang tidak jujur.

Tanpa membawa nanas yang dijual, Dedi Mulyadi hanya membayar nanas yang sudah dicicipinya dengan uang lebih saja.(*)

Load More