SuaraSoreang.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil larang masyarakat untuk melakukan wisata bencana di Kabupaten Cianjur.
Gubernur yang kerap disapa Kang Emil ini dengan tegas melarang masyarakat untuk sekedar melihat-lihat lokasi terdampak gempa Cianjur.
Kang Emil sampaikan larangan tersebut melalui akun Instagramnya pada Selasa (29/11/2022) kemarin.
“Jangan lakukan wisata bencana atau ingin lihat-lihat,” tulis Kang Emil.
Banyaknya orang yang berdatangan ke lokasi terdampak gempa dinilai membuat kondisi tidak kondusif.
Orang-orang yang berdatangan ke lokasi terdampak gempa itu bukan hanya para relawan dan tenaga medis saja.
Kang Emil juga menyampaikan bahwa, terdapat relawan yang membawa bantuan dengan satu mobil saja, namun yang mengantarnya hingga delapan mobil.
Bantuan yang diantar oleh banyak orang dan kendaraan tersebut justru dinilai membuat jalanan desa menjadi sempit.
Jalanan desa di zona bencana menjadi sempit dan kerap mengalami kemacetan total dari pagi hingga sore hari.
“Bantuannya 1 mobil, tapi yang mengantar di belakang bisa sampai 6-8 mobil. Inilah salah satu yang membuat jalanan desa di zona bencana yang sempit rata-rata 4-6 m menjadi macet total setiap pagi sampai sore. Belum pada parkir di pinggir jalan yang memang sudah sempit,” lanjut Kang Emil.
Banyaknya kendaraan yang parkir di pinggir jalan juga membuat keadaan jalan menjadi tidak kondusif dan sulit untuk dilewati kendaraan lain.
Jalanan yang macet dan tidak kondusif berdampak pada proses evakuasi korban dan distribusi bantuan kepada para pengungsi.
Proses evakuasi korban bencana dan distribusi bantuan kepada para pengungsi memakan waktu yang sangat lama.
Pendistribusian bantuan untuk korban gempa Cianjur diharapkan bisa efisien dan lebih tertib lagi kedepannya.
Kang Emil menyarankan agar bantuan untuk korban gempa dibawa ke lokasi oleh perwakilan tim saja.
Tag
Berita Terkait
-
Tegas! Menko PMK Larang Lokasi Gempa Cianjur Dijadikan Tempat Wisata: Ganggu Mobilisasi
-
Tah, Eta! Imbauan Gubernur Jabar Ridwan Kamil: Wisata di Kawasan Bencana Menambah Kemacetan, Sampai Mantan Terindah
-
Jumlah Pengungsi Korban Gempa Cianjur Capai 108.720 Jiwa, Titik Pengungsian ada 39.985, Berikut Rinciannya
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
Kunjungan ke Sumbar Naik 12 Persen saat Lebaran 2026, Kenyamanan Wisatawan Disorot
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris