/
Minggu, 04 Desember 2022 | 20:11 WIB
Kolase gadis cantik disantet pedagang nasi. Selama 11 tahun Kak Melah tak bisa keluar dari penderitaan teramat sangat akibat disantet seseorang yang sakit hati lantaran ditolak saat bersalaman. (soreang.suara.com)

SuaraSoreang.id - Jadi pelajaran berharga bagi wanita yang merasa diri cantik, maka tidaklah boleh sombong.

Berawal dari menolak bersalaman, wanita cantik ini selama 11 tahun seperti mayat hidup yang dikendalikan kekuatan hitam.

Antara percaya dan tidak akan tetapi kisah ini benar terjadi dan dirasakan seorang wanita cantik bernama Kak Melah.

Selama 11 tahun Kak Melah tak bisa keluar dari penderitaan teramat sangat akibat disantet seseorang yang sakit hati lantaran ditolak saat bersalaman.

Akibat disihir seorang pemilik sebuah warung makan di Langkawi, Kedah, Kak Melah benar-benar menderita.

Kisah mistis tentang Kak Melah ini diungkap sepupunya bernama Awang yang mengaku prihatin dan kasihan pada wanita tersebut.

Masa muda Kak Melah direnggut paksa oleh ilmu hitam yang menguasai dirinya akibat kiriman santet.

Awang sama sekali tidak menyangka jika sepupunya itu menjadi korban santen pedagang warung.

Dengan mata kepalanya sendiri, Awang merasa diri tidak kuat melihat cobaan pada diri Kak Melah dimana keadaan fisiknya tak ubah seperti 'mayat hidup'.

Baca Juga: Tahanan Titipan Kejaksaan Kabur dari Lapas Pangkalan Bun, Ruslan Bawa Senjata Petugas

Kak Melah dikenal cantik dan mudah bergaul. Gadis jelita bak bidadari ini dikenal sebagai sosok idaman para lelaki. 

Di kampungnya, Kak Melah hanyalah seorang wanita bertubuh kecil molek dan berkulit kuning langsat.

Awang menyebut jika sepupunya itu gadis manis rupawan serta memiliki sifat ramah kepada semua orang.

Dengan keramahan Kak Melah, Awang yakin jika saudaranya itu menjadi banyak disukai sesama, bahkan oleh lawan jenis.

"Yah mungkin saja disebabkan keramahannya itu, banyak lelaki tertarik serta senang berada di dekatnya (Kak Melah)," kata Awang berkisah.

Bukan itu saja, Awang dan saudaranya yang lain melihat Kak Melah adalah sosok periang dan selalu ceria.

"Kak Melah orangnya sangat ceria dan periang. Tak pernah terlihat wajahnya itu cemberut atau marah," kenangnya.

Tidak heran kata Awang jika Kak Melah banyak disukai teman-temannya.

Termasuk pemilik warung yang ternyata diam-diam menyimpan hati pada Kak Melah.

Pemilik warung itu banyak melakukan berbagai cara agar bisa mendekati Kak Melah.

Akan tetapi selama itu pula Kak Melah tak menghiraukannya.

Pemilik warung makan yang diduga adalah orang yang menyihirnya itu lantas merasa sakit hati.

Bagi Kak Melah, tempat warung itu adalah pilihan keseharian lantaran dekat dengan tempat kerja.

Akan tetapi si pemilik warung mengartikannya lain. Dia malah merasa jika Kak Melah juga merasakan sama dengannya, yakni saling tertarik.

Kak Melah banyak bercerita jika menu yang dihidangkan rasanya sedap dan sesuai selera walaupun warung itu baru beberapa bulan buka. 

Nama warung tersebut dikatakan Kak Melah dikenal dengan sebutan warung Abang Leman.

Awalnya Kak Melah tidak curiga dan memperlakukan pedagang warung sama seperti temannya yang lain.

Keduanya akrab, akan tetapi hanya sekadar pertemanan biasa, tidak lebih.

"Kalau tidak sempat pergi ke warung, Kak Melah akan minta tolong temannya untuk dibungkuskan makanan dari situ. Harganya pun murah," katanya.

Lalu, tanpa diduga, Abang Leman menyodorkan tangannya lantaran ingin bersalaman dan menyentuh langsung tangan Kak Melah.

"Singkat cerita, tiba-tiba suatu hari Abang Leman berani mengulurkan tangan untuk menjabat Kak Melah," kata Awang.

Tanpa disadari, Kak Melah tidak menghiraukan sodoran tangan dari pedagang nasi tersebut.

Lalu tiba-tiba saja jata Awang, wajah Kak Melah berubah, kelihatan pucat. 

Kak Melah langsung berdiri dan menggeser kursi yang tadinya didudukinya.

Dari sana Kak Melah langsung pergi tanpa mengucap sepatah katapun.

Dan sejak kejadian itu, Kak Melah tak pernah lagi datang ke warung tersebut.

"Yang bikin penasaran, dia (Kak Melah) tidak pernah menjejakkan kaki di warung makan Abang Leman setelah kejadian aneh tersebut," ujar Awang.

Sejak saat itu, atau sebulan setelah kejadian itu, kesehatan Kak Melah lambat laun drop.

Kesehatan kakak sepupunya itu semakin merosot waktu demi waktu.

Kak Melah memperlihatkan gejala terkena demam tifoid atau biasa disebut tipes. 

Sejak itu, badan Kak Malah Semakin kurus sementara kulitnya juga kelihatan pucat.

Bukan itu saja, Kak Melah juga sering dadakan terkena serangan demam pada waktu malam. 

Lebih menyiksa lagi, Kak Melah selalu berpeluh kepanasan saat bekerja. 

Namun, ketika beranjak keluar kantor, Kak melah malah mengeluhkan kedinginan yang menggigil.

"Tidak ada yang menyangka sama sekali bahwa itu semua adalah tanda-tanda dia disihir. Kami semua menyangka hanya demam biasa," kata Awang.

Fisik Kak Melah semakin lemah, bahkan untuk makan sendiri saja sudah tidak mampu.

"Kondisi fisik Kak Melah menjadi lemah. Untuk menyuap nasi ke mulutnya sendiri saja tak mampu lagi," kata Awang.

Kondisi tersebut semakin buruk bulan demi bulan. Pernah satu hari, tiba-tiba Kak Melah kesurupan dan histeria. 

Padahal saat itu Kak Melah bersama keluarga sedang menunaikan ibadah sholat Maghrib.

Kak Melah tiba-tiba berteriak histeris sambil menangis seperti hantu. 

Tanpa disadari, Kak Melah berlari kabur dari barisan salat dengan memakai mukena.

Beruntung, langkah Kak Melah tertahan adiknya yang bernama Rosi.

"Kemudian keluarga memanggil imam yang tinggal dekat rumahnya. Setelah diperciki air yang dibacakan Surat Yasin, Kak Melah kembali tenang. Akan tetapi sejak itu tidak pernah pulih kembali, lemah," katanya.

Kak Melah hanya bergerak dan meracau dengan menyebut kalimat panas dan dingin.

Badan Kak Melah kurus kering, akan tetapi saat mengamuk mampu mendorong lima orang lelaki yang memegangnya.

Setelah setahun berlalu, Kak Melah keadaanya tidak banyak berubah.

Pak Chaq semakin buntu. Kak Melah adalah satu-satunya anak perempuan yang dimilikinya.

Dia tak menyangka, jika gadis mungil peringan itu terkena guna-guna di usia 18 tahun.

Lantaran merasa berat melihat kondisi Kak Melah, Pak Chaq membawanya ke rumah neneknya yang berada di Kuala Perlis, Perlis.

"Saat itu lagi hujan lebat. Pak Chaq menggendong Kak Melah. Setibanya di rumah Tok (nenek), Kak Melah yang lemah tiba-tiba saja mengamuk, hingga terpaksa diikat," kata Awang.

Singkat cerita, sudah hampir 10 tahun berlalu, Kak Melah akhirnya bisa kembali pulih berkat bantuan dari seorang ustaz di Guar Cempedak, Kedah.

Ketika itu Kak Melah terlihat sudah bisa mengurus dirinya sendiri. 

Tubuh Kak Melah yang dulunya tinggal tulang, kini sudah kembali berisi.

Namun, Kak Melah masih saja sering diam seribu bahasa.

Akan tetapi keluarga bersyukur lantaran Kak Melah sudah bisa melemparkan senyuman tawar apabila ditegur.

Awang menceritakan Kak Melah benar-benar kembali pulih seperti sedia kala ketika umurnya sudah menginjak 30 tahun. 

"Waktu ke Johor, ustaz yang mengobati mengatakan 'hijab' Kak Melah terbuka sehingga dia sekarang bisa melihat benda gaib.

"Sehingga sampai sekarang Kak Melah tidak menikah walaupun pernah didekati beberapa pria. Dia bisa merasakan niat buruk pria yang ingin menikahinya," pungkas Awang.

Sumber: mStar

Load More