SuaraSoreang.id - Berbagai aturan kebijakan terkait pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) telah mulai diberlakukan di sejumlah tempat. Salah satunya adalah Bandung.
Aturan-aturan tersebut di antaranya adalah kewajiban yang harus dilakukan konsumen untuk mendaftar terlebih dahulu melalui website MyPertamina, supaya bisa membeli BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar Subsidi.
Kini muncul wacana baru terkait aturan kebijakan pengisiian BBM yang akan dibatasi kuota-nya sesuai dengan data yang terintegrasi dengan MyPertamina.
Wacana tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji beberapa waktu belakangan ini.
Apabila aturan tersebut nantinya diaplikasikan, maka para konsumen yang telah mendapatkan 'jatah' kuota pengisian di SPBU A, dan kuota pengisiannya habis, maka ia tidak bisa mengisi BBM ke SPBU lain.
"Jika nanti orang membeli BBM dengan QR Code. Tidak bisa lagi orang keliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya jika kuota (isi BBMnya) sudah habis," jelas Erika Retnowati selaku Kepala BPH Migas, seperti dilansir dari bandung.suara.com, Minggu (8/1/2023).
Dengan aturan tersebut, Erika menjelaskan bahwa nantinya akan diberlakukan di seluruh SPBU milik pemerintah. Di mana datanya akan diintegrasi dan disinkronisasi melalui sistem IT.
Sehingga, harapan Erika tidak ada konsumen yang 'bermain-main' atau mengisi BBM Subsidi di luar kuota hariannya.
"Diharapkan dengan sistem seperti itu (kuota BBM), tidak bisa lagi orang bermain-main," jelas Erika.
Baca Juga: Ini Kelakuan Herman Moedji yang Sebabkan Ibu Eny dan Tiko Kecil Mendadak Miskin dan Terpuruk
Ia juga mengatakan, wacana tersebut telah mengacu pada aturan kebijakan pembelian BBM dalam Revisi Perpres No. 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian & Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).
Untuk mewujudkan kebijakan di atas, saat ini pihak BPH Migas sedang menyiapkan aturannya secara detail supaya bisa segera diaplikasikan.
Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah aturan ini akan menguntungkan atau justru merugikan konsumen? (*)
Sumber: Artikel ini sebelumnya telah tayang di bandung.suara.com berjudul Warga Bandung, Beli BBM Makin Banyak Aturan, Ada aja Alasan Pertamina, Konsumen Tak Bisa Isi di Sembarangan SPBU
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran