SuaraSoreang.id - Artis sekaligus YouTuber Deddy Corbuzier sempat pertanyakan kehadiran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) beberapa waktu lalu.
Melalui kanal YouTubenya Deddy Corbuzier ungkap kekesalan pada KPI yang dianggap tidak adil dalam bertindak.
Hal tersebut dipicu oleh munculnya Fajar Sadboy di layar kaca sejak beberapa waktu lalu.
Fajar Sadboy yang disebut masih dibawah umur bisa hadir di berbagai acara tv swasta.
Melalui unggahan di kanal YouTubenya pada Selasa (17/1/2023), Deddy Corbuzier menyebut KPI tidak adil.
KPI disebut pernah menegur Deddy Corbuzier saat mengundang anak kecil di acara Hitam Putih.
Akan tetapi, KPI tidak terlihat ikut andil dalam berbagai tayangan tv yang mengundang Fajar Sadboy.
"Permasalahannya adalah, dia pada saat ada di tv mana KPI, mana KPI, mana. Kan katanya anda melindungi hak anak-anak," ucap Deddy Corbuzier.
Tidak hanya itu, Deddy Corbuzier juga sempat menyebutkan peraturan KPI pasal 29 tentang pedoman perilaku penyiaran.
Baca Juga: Dituding Umbar Aurat, Penampilan Desy Ratnasari Jadi Omongan
Dalam peraturan tersebut, lembaga penyiaran tidak diperbolehkan mewawancarai anak di bawah umur diluar kapasitas mereka.
Unggahan di kanal YouTube Deddy Corbuzier itu mendapat banyak dukungan dari netizen tanah air.
"Makasih Om Ded, udah mewakili kami untuk kritik sama TV, KPI dan kawan kawan. Puas sekali udah ngarahin kesitu. KPI sibuk ngurusin sensor manusia cartoon," tulis Rizki Zulfahmi.
"Sumpah ini bener2 mewakili sama yg kupikirin sih, keren banget om Ded!!," timpal Taufik Putra.
"Terima kasih kepada om Deddy telah mewakili kami yg masih berpikir tentang masa depan bangsa ini," komentar Tania Wijaya. (*)
Sumber: YouTube/Deddy Corbuzier
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR: Indonesia Darurat Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Segampang Itu Pecundangi Liverpool: The Reds Telan 19 Kekalahan Kebobolan 52 Gol
-
5 Lipstik Hanasui Untuk Bibir Hitam yang Tahan Lama
-
Dini Hari Mencekam di Cikarang, 4 Remaja Bawa Celurit Diamankan Polisi
-
Anak Deddy Dores Jual Mata Rp350 Juta: Capek Hidup Begini
-
Kisah Warga Jatirejo Solo: Bertahun-tahun Hidup Berdampingan dengan Bau Menyengat TPA Putri Cempo
-
Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump
-
Membeli karena Butuh atau FOMO? Refleksi Gaya Hidup Gen Z di Era Konsumtif
-
Ubah Sampah Jadi Pupuk, Program 'Tempah Dedoro' Mataram Pangkas 10 Ton Sampah Per Hari
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!