SuaraSoreang.id - Gitasav yang baru-baru ini viral karena penyataan kontroversialnya terkait Childfree kian viral dan justru membuat netizen menaruh curiga.
Kecurigaan publik terhadap perempuan bernama lengkap Gita Savitri Devi (Gitasav) itu berawal dari penyataan-pernyataan dirinya yang lalu lalang di internet.
Salah satunya ialah anggapan netizen bahwa Gitasav menggunakan prinsip Childfree untuk menutupi bahwa perempuan berumur 30 tahun itu sebenarnya menderita Childphobic.
Anggapan tersebut bertebaran di kolom komentar yang membanjiri Trend di Twitter, usai Gitasav kembali trending beberapa hari lalu.
"Fullnya liat aja di sg mba deramelia aja. Gitasav bukan childfree tapi childphobic, gamikir padahal dia dulu juga pernah jadi anak bayi yang nangis tereak tereak berisik kalo kelaparan," tulis @ButterPeachies menyertakan video pendapat seseorang terkait penyataan dan perilaku Gitasav, Rabu (8/2/2023).
Dalam video tersebut, terlihat @deramelia menanggapi sikap dari si Influencer yang diduga Gitasav.
Berdasarkan pengalamannya, banyak orang yang ia temui lebih takut untuk memiliki anak karena ada ketakutan tidak sanggup membesarkan dan mendidik anaknya dengan baik, sehingga memilih prinsip itu.
Namun saat mendapati alasan Gitasav memilih Childfree dengan alasan memiliki anak membuatnya stres dan tidak bisa hidup lebih nyaman, justru baginya perlu dipertanyakan.
Hal itu diperkuat dengan temuan salah satu InstaStory milik Gitasav yang menyatakan bahwa ia lebih bahagia, apabila tidak ada suara teriakan dari anak-anak.
Baca Juga: Mengenal Teknologi HAARP: Ramai Jadi Teori Konspirasi Penyebab Gempa Turki
"Ooo iya bener disini dia bilang bahagia kalo gaada suara anak kecil," kata @aristyaradisa sembari menyertakan tangkapan layar dari InstaStory Gitasav.
Berdasarkan hal itu, di samping kecurigaan dari netizen terhadap Gitasav benar atau tidak, jika berbicara mengenai Childphobic yang diartikan sebagai ketakutan terhadap anak-anak, maka simak penjelasan singkat berikut.
Dilansir dari Cleveland Clinic, sebenarnya istilah Childphobic atau Childphobia itu tidak ada. Dalam dunia medis dan akademik, ketakutan seseorang terhadap anak-anak biasa disebut dengan Pedophobia.
Di mana, ciri-ciri yang dimaksudkan oleh netizen terkait pernyataan dan alasan Gitasav memutuskan menganut prinsip tak mau memiliki anak memang hampir mirip dengan sindrom tersebut.
Karena pengidap Pedophobia cenderung akan cemas dan tidak nyaman apabila berada di sekitar anak-anak, bahkan bisa stress dan sangat terganggu apabila mendengar suara mereka. (*)
Sumber: Twitter dan Cleveland Clinic
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?