SuaraSoreang.id - Kisah cinta pria India bernama Asib Ali Bhore viral, pria ini ditolak oleh serorang wanita asal Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dilansir dari Gravita Tv, penyebab pria asal India ini ditolak karena orang tuanya akan menjodohkan dirinya dengan seorang imam masjid.
"Saya panggil keluarganya, apa betul perempuan ini sudah dilamar, dijawab iya oleh keluarganya. Orang tuanya sendiri yang melamar dari Palu," ujar Kasat Intelkam Polres Wajo AKP Amdia.
Belum diketahui secara pasti kapan pasangan ini akan melangsungkan pernikahannya. Tetapi, rencananya pernikahan itu akan digelar usai Idul Fitri 2023, dengan Uang panai Rp50 juta.
"Nikahannya setelah lebaran, sekalian penentuan tanggal. Uang panainya Rp50 juta, calonnya merupakan imam masjid," ungkap narator.
Dengan munculnya video pria India sedang menangis membuatnya viral disosial media, pria tersebut nekat berangkat dari kampung halamanya untuk meminang wanita pujaanya di Desa Watanrumpia, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Namun, pinangan pria tersebut harus berujung penolakan, Kasat Intelkam Polres Wajo, AKP Amdia membenarkan peristiwa kedatangan pria asal India, untuk melamar gadis pujaannya di Desa Watanrumpia, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.
"Pria tersebut sudah berhubungan melalui medsos dengan gadis pujaannya, selama dua tahun terakhir," ungkapnya, Senin (20/2/2023).
Menurut Amdia, selama menjalin hubungan LDR pria India tersebut telah mengirimkan uang kepada kepada kekasihnya sebesar Rp9 juta, sementara untuk meminang pujaan hatinya di Indonesia, pria Asib Ali mengeluarkan uang Rp56 juta.
Baca Juga: CEK FAKTA: Syarifah Kejar Asib Ali di Bandara, Karena Banyak Tekanan?
"Upaya mediasi sempat kami lakukan, namun pihak keluarga wanita tetap menolak lamaran pria asal India tersebut. Alasannya, gadis tersebut telah dijodohkan. Akhirnya pria asal India itu pulang. Kabar terakhir dia berada di Jakarta," tuturnya. (*M-Candra)
Sumber: Garvita Tv
Berita Terkait
-
Bertindak Tegas! Kuasa Hukum Syarifah Siap Pidanakan Para Pembuat HOAX
-
Aksi Syarifah Tampil di Tv Tuai Hujatan, Netizen: Nyelonong Baek!
-
Pria India Asib Ali Terjerat Kasus di Indonesia, Aktor India Shah Rukh Khan Angkat Bicara, Simak Faktanya!
-
Merasa Dirugikan, Syarifah dan Pengacaranya Ancam Pidanakan Asib Ali Pria Asal India!
-
Pilih Tolak Lamaran, Terungkap Syarifah Sering Bertukar Video Tak Senonoh dengan Asib Ali Pria India
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Perang Melawan Scam: AI Indosat Hadang 2 Miliar Ancaman Digital dalam 6 Bulan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Aksi Pinkan Mambo Nyanyi dan Joget di Pinggir Jalan Tuai Kritik: Bikin Macet!
-
Tegas Lawan Pelecehan Daring, Agensi Hyeri Pastikan Proses Hukum Berjalan
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Pandji Pragiwaksono Diperiksa 8 Jam, Diperlihatkan Penyidik Potongan Mens Rea Hasil Bajakan
-
Viral Aksi Heroik Polisi Baru Sembuh Stroke Selamatkan Pria Lansia dari Gigitan Pitbull
-
Optimis Lawan Iran, Brian Ick: Kami Tak Ingin Kalah di Rumah Sendiri
-
BATC 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Menang Dramatis Meski Cedera, Indonesia Unggul 2-1 atas Thailand
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut