/
Minggu, 12 Maret 2023 | 06:28 WIB
Bumi perkemahan Ranca Upas rusak karena pergelaran event motor trail. Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi pasang badan saat Mang Uprit diperiksa polisi terkait viralnya video kemaran pada komunitas trail. ((twitter.com/MrBekalicky89))

“Tadi saya sudah tanya ke Pak Kasat (Kasatreskrim Polresta Bandung)," kata Dedi Mulyadi

Titik fokusnya dalam kasus Mang Uprit adalah mengumpulkan alat bukti perusakan lingkungan yang diakibatkan oleh acara Trail Adventure yang juga terjadi peristiwa pembakaran motor oleh peserta. 

"Itu kan masuk pidana perusakan,” ujar Dedi, Kamis 9 Maret 2023. 

Dedi menilai pengrusakan terhadap areal bunga milik orang lain dan juga Perhutani adalah pelanggaran hukum. 

Mang Uprit mengaku ketika itu ketakutan lantaran ketika peristiwa terjadi merasa diri emosi hingga mengacungkan golok. 

Dalam kondisi tersebut, dia takut jika tindakannya sebuah bentuk ancaman. Padahal, hanya luapan emosi semata melihat apa yang dirawatnya selama ini rusak dalam sekejap. 

“Sok sieun disangka provokator (suka takut disangka provokator),” kata Mang Uprit. 

Dalam hal ini Dedi Mulyadi menegaskan apa yang dilakukan Mang Uprit bukanlah tindakan pengancaman atau provokasi.

“Tenang saja Mang Uprit mah terprovokasi bukan provokator, (saat) nyabut bedog (cabut golok)," ucap Dedi Mulyadi. 

Baca Juga: Istri Kepala BPN Pamer Outfit Hampir Rp500 Juta, Netter: Hasil Maling!

"Jadi orang itu (Mang Uprit) harus tetap gagah. Jangan hanya di media sosial garangnya seperti singa," katanya.

"Pas dipanggil polisi seperti kucing,” ucap Kang Dedi yang disambut tawa Mang Uprit. (*)

Load More