SuaraSoreang.id - Konsisten menurut KBBI adalah tetap (tidak berubah-ubah), selaras, dan sesuai.
Ketika kamu melakukan hal tersebut secara berturut-turut berarti kamu sudah konsisten.
Mempertahankan kekonsistenan termasuk hal yang tidak mudah, jika kamu merasa susah untuk melakukannya mungkin kamu terlalu sering melakukan hal dibawah ini.
1. Check progres terlalu sering
Kamu kerap kali terlalu bersemangat hingga selalu memeriksa progres yang dijalani. Namun, hal ini dapat menghambat kekonsistenan lho.
Daripada check progress setiap hari lebih baik check progress setiap bulan atau setiap tahun. Agar kamu bisa merasakan perubahan yang signifikan.
2. Mindset all or nothing
Sebaiknya kita maksimalkan sesuatu atau tidak sama sekali. Dalam situasi seperti ini bukan performa terbaik yang dicari.
Namun bagaimana caranya untuk melakukan kebiasaan tersebut secara terus-menerus.
Baca Juga: Ahmad Dhani Sindir Politikus, Mik Langsung Diambil Ari Lasso: Mulai Lagi... Mulai Lagi...
Lebih baik melakukannya sedikit demi sedikit tapi konsisten, daripada memaksimalkan sesuatu tapi kehilangan kekonsistenan tersebut.
Seperti bola salju, semakin sering bergulung semakin besar. Jadi lebih baik menjaga momentum dan menjaga repetisi kegiatan tersebut.
3. Terlalu fokus pada hasil
Hal yang terpenting dari konsisten bukanlah hasil tapi sistem. Upayakan agar membuat suatu sistem yang memudahkan kamu untuk menjaga kekonsistenan tersebut.
Cara yang lebih mudah untuk mencapai sistem itu yaitu dengan memperkecil gaya gesek dan menyiapkan segalanya untuk memulai kebiasaan tersebut, supaya nantinya konsistensi menjadi lebih terjaga.
Contohnya, jika kamu ingin mulai rajin membaca, maka letakkan buku di tempat yang mudah untuk dilihat dan dijangkau agar kamu tidak melupakan kebiasaan tersebut.
4. Berpikir selamanya
Mulailah berfikir untuk memperkecil goal. Ketika kamu berfikir bahwa kamu tidak mencapai goal tersebut, kamu akan menjadikannya sebagai beban.
Sebaiknya hal itu dilakukan sedikit demi sedikit, namun bisa tercapai. Goal akan lebih mudah dicapai, lebih manageable, dan lebih ringan di otak.
5. Berhenti dua kali berturut-turut
Ketika kamu berhenti 2 kali berturut-turut maka kebiasaanmu bisa terputus. Akan lebih sulit untuk memulai langkah selanjutnya dan membangun dari awal.
Jadi jangan berhenti dua kali, selesaikan saja apa yang telah dimulai. Lebih mudah bangkit dari hari yang buruk, daripada kehilangan kebiasaan yang telah kita bangun dari sekian lama.(*/Mella Azizah)
Sumber : Youtube/Zahid Ibrahim
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Tunaikan Umrah, Momen Megawati Didampingi Prananda dan Puan Ambil Miqat Masjid Tan'im
-
Bocoran Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Dari Internal?
-
Kemitraan Lanjut di 2026, Mental Juara Sean Gelael Meningkat
-
Drama Keluarga Sarat Emosi, Film Titip Bunda di Surga-Mu Sentuh Luka Antar Generasi
-
Tim Produksi Roshidere Tunda Jadwal Tayang Season 2 ke 2027, Ini Alasannya
-
Riza Chalid Punya Anak Berapa? Putranya Kini Terancam Bui 18 Tahun
-
Cinema oleh Woodz: Kenangan Kisah Cinta Masa Lalu yang Bikin Gagal Move On
-
Cristiano Ronaldo Kembali Bersinar, Cetak Gol untuk Al-Nassr usai Absen Dua Laga
-
4 Prompt Gemini AI Edit Foto Tema Imlek, Hasil Gambar Dijamin Realistik
-
Emiten WTON Masuk Daftar 13% Perusahaan Top Konstruksi Dunia