SuaraSoreang.id - Dilihat dari sisi industri, Willow Project diperkirakan sangat menguntungkan untuk ekonomi US.
Dilansir dari unggahan sosial media @aureliiaeyo. Berdasarkan estimasi Willow Project, sumber minyak di Alaska melimpah ruah, hingga mereka tertarik untuk melakukan pengeboran minyak disana.
Tak hanya itu, mereka bisa menghasilkan 180.000 barells oil per hari.
Diperkirakan hasil ini dapat membantu perekonomian US dari segi industri, dan tidak bergantung kepada negara lain untuk mendapatkan pasokan minyak.
Menurut kabar yang beredar, Joe Biden selaku presiden US sudah menyetujui Willow Project tersebut. Hal ini sudah dinantikan dari dari tahun 2018.
Kenapa bisa se kontroversial itu di US? diprediksi project ini akan berlangsung dalam jangka panjang, dan diperkirakan bisa berlangsung selama 30 tahun.
Banyak dampak buruk yang disebabkan dari penambangan dan pengeboran minyak tersebut, salah satunya merusak ekosistem dan lingkungan sekitar.
"Dampaknya, speed dan uncontroable global warming, yang akan berjalan selama 30 tahun kedepan, dan mereka bilang akan menghasilkan 180.000 barrels minyak per hari, mereka juga sebenarnya akan menghasilkan 239 million matric tons of karbon dioxide. Banyak banget kalau sampai kejadian, atmosphere kita itu bukan rusak lagi dan menipis tapi bolong, gak terlindungi lagi dari sinar matahari, dan pastinya panas banget, ini gak hanya ngomongin global warming dan salju alaska mencair, tapi juga ngomongin soal ekosistem keseluruhan di Alaskan, ga cuma di Alaska tapi diseluruh dunia" ungkap Narator.
Lapisan tanah atau yang biasa disebut permafrost yang membeku di Alaska, bisa saja mencair dan mengalami penguapan, bersaman dengan hal tersebut virus dan bakteri yang berada dibawah sana juga ikut menguap keluar.
Baca Juga: Kontroversial di US, Willow Project Berpotensi Menimbulkan Covid 2.0? Simak Penjelasannya
Hal ini terjadi karena aksi pengeboran minyak yang dilakukan, hingga dapat menyebabkan global warming dan menguapnya sesuatu yang berada pada lapisan bawah tanah Alaska.
Menurut sang narator, yang paling berbahaya dan dan mengkhawatirkan kehidupan manusia adalah menguap dan menyebarnya virus-virus dan bakteri yang sudah terkubur sejak 400.000 tahun lalu pada lapisan bawah tanah di Alaska tersebut.
Sumber: Tiktok Aureliiaoye
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Berawal dari Tanah yang Digali, Terungkap Anak di Lahat Bunuh Ibu karena Judi Online
-
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok
-
Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz
-
5 HP Baterai Jumbo Tahan Seharian, Gak Perlu Sering Ngecas!
-
Misteri Ikan Sapu-Sapu yang Tak Pernah Habis Dibasmi, Ternyata Biang Keroknya Kita Sendiri?
-
Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog
-
Pelatih Belanda Bingung Disinggung Soal Paspoorgate Bisa Berdampak Besar Bagi Pemain Indonesia
-
Cari Mobil Bekas Irit BBM? Ini 3 Pilihan Tangguh yang Masih Layak Dibeli
-
Kendala Jadwal, That Time I Got Reincarnated as a Slime S4 Tunda Episode 5