/
Rabu, 28 Juni 2023 | 18:32 WIB
Viral mahasiswa KKN diusir karena sindir fasilitias desa (Instagram)

SUARA SOREANG - Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, diusir oleh warga setempat karena menyindir fasilitas minim melalui konten di media sosial.

Dalam video yang diunggah, sejumlah mahasiswi mengkritik kondisi tempat KKN yang minim fasilitas. 

Mereka menyebut bahwa mereka mandi di mushola karena tidak ada air, harus membayar sewa rumah padahal tidak ada uang.

“Kalian libur semester? Mana maen, KKN-lah. KKN kalian di mana? Tanah Datar, Lima puluh kota? Bungus lah, air nggak ada, mandi di mushola. Rumah bayar, uang ga ada. Diusir? Ngontrak bayar pula,” ucap sejumlah mahasiswi dalam video tersebut dikutip Rabu (29/6/23).

Video berikutnya menampilkan seorang tokoh masyarakat yang mengumpulkan sekelompok mahasiswa KKN dalam rapat. 

Mahasiswa-mahasiswi tersebut dianggap tidak mampu memberikan perubahan selama KKN sehingga harus dipulangkan. 

Tindakan pengusiran tersebut juga dianggap sebagai langkah untuk menjaga keamanan para mahasiswa mengingat konten kritik yang dianggap tidak etis tersebut telah menyebar.

Penyelesaian masalah ini akan melibatkan dosen pembimbing, Camat, dan Lurah. 

Kepala Pusat KKN UNP, Elfi Tasrif, mengkonfirmasi kejadian tersebut dan tidak menyetujui tindakan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa tersebut. 

Baca Juga: Diserang Haters karena Marah-marah Saat Live, Inara Rusli: Gak Mungkin Kita Anteng-anteng Aja

Elfi menilai bahwa mahasiswa tidak bijak dalam menggunakan media sosial, meskipun niat awalnya hanyalah bercanda.

Awalnya, mahasiswa hanya mendapat peringatan dari warga sekitar. 

Namun, UNP memutuskan untuk menarik mahasiswanya demi keselamatan mereka. 

Universitas Negeri Padang (UNP) juga akan memberikan sanksi kepada 30 mahasiswa terkait tindakan mereka yang menyebabkan kemarahan warga setempat dan mengakibatkan pengusiran.

"Sudah mengumpulkan semua mahasiswa yang KKN di sana, total ada tiga puluh orang mahasiswa. Kami akan berupaya penyelesaian terbaik untuk mereka,” ujar Elfi. (*)

Load More