News / Nasional
Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB
Wisata Gunung Bromo. [Antara]
Baca 10 detik
  • Kecelakaan tunggal jip wisata terjadi di Desa Wonokitri, Pasuruan, pada hari Jumat akibat kegagalan sistem pengereman kendaraan.
  • Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yaitu pengemudi MS dan wisatawan berinisial YWA di lokasi.
  • Tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras setelah kendaraan menabrak tebing di area tikungan tajam.

Suara.com - Jalur wisata menuju Gunung Bromo kembali memakan korban. Sebuah kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan jip terjadi di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan pada Jumat. Peristiwa tragis ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.

Kapolres Pasuruan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harto Agung Cahyono, mengonfirmasi bahwa korban meninggal terdiri dari pengemudi jip berinisial MS, warga Kabupaten Malang, serta seorang wisatawan berinisial YWA.

Mengenai kronologi kejadian, AKBP Agung menjelaskan bahwa jip dengan nomor polisi BG 1478 EF tersebut awalnya melaju dari arah utara menuju selatan, tepatnya di Jalan Umum Jurusan Penanjakan-Lautan Pasir. Saat memasuki tikungan tajam yang dikenal dengan sebutan "Letter S", kendaraan tersebut kehilangan kendali.

"Kendaraan diduga mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun dan tikungan tajam sehingga pengemudi kehilangan kendali lalu menabrak tebing sebelum akhirnya terguling," ujar Agung dalam keterangannya di Pasuruan, Jumat.

Benturan keras tersebut menyebabkan sopir jip, MS, tewas seketika di lokasi kejadian. Sementara itu, wisatawan YWA dilaporkan mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju Puskesmas Sukapura, Kabupaten Probolinggo. YWA diduga mengalami pendarahan dalam yang cukup parah pada bagian perut.

Selain korban jiwa, tiga penumpang jip lainnya yang berinisial FR, ZH, dan FNN dilaporkan selamat namun mengalami luka-luka. Ketiganya saat ini telah mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh pihak kepolisian, terdapat beberapa faktor yang menjadi pemicu kecelakaan maut tersebut. Masalah teknis pada sistem pengereman kendaraan menjadi sorotan utama petugas.

Polisi menyebutkan bahwa faktor utama kecelakaan diduga kuat karena rem kendaraan kurang berfungsi dengan baik. Kondisi ini diperparah dengan medan jalan yang menurun curam serta tikungan yang sangat tajam. Selain faktor kendaraan, petugas juga menduga adanya unsur kelalaian di mana pengemudi kurang berhati-hati dan tidak mampu mengontrol laju jip saat melintas di lokasi tersebut, sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Innova Anggota DPR di Tol Paspro Diduga Akibat Microsleep

Load More