SUARA SOREANG - Jamboree Pramuka Dunia (World Scout Jamboree) ke-25 tahun 2023 diadakan di SaeManGeum, Korea dari 1-12 Agustus 2023.
Acara ini merupakan pertemuan Pramuka Dunia yang berlangsung setiap empat tahun sekali, dan tahun ini dihadiri sekitar 43.000 peserta dari 158 negara.
Jamboree ini menjadi yang pertama setelah masa pandemi COVID-19, sehingga para peserta sangat antusias mengikutinya.
Namun, Jamboree Pramuka Dunia 2023 di Korea juga diwarnai dengan beberapa masalah yang cukup memalukan yang tak hanya disebabkan oleh gelomban panas di negara tersebut.
Dilansir dari kanal YouTube Korea Reomit, Jang Hansol mengungkap hal lain yang jadi penyebab semerawutnya jamboree pramuka dunia.
1. Kondisi fasilitas mandi yang sangat buruk. Toilet yang disediakan terbuat dari bahan yang kurang kuat, mengakibatkan peserta merasa tidak nyaman.
Selain itu, cuaca panas mencapai 43 derajat Celsius membuat peserta menginginkan mandi dengan air dingin, namun air yang keluar justru berupa air panas.
Tempat pembuangan air juga tidak tertangani dengan baik, menyebabkan tempat buang air besar menjadi kotor dan berbau.
2. Masalah tempat tidur juga terjadi. Lokasi Jamboree yang sebelumnya merupakan ladang pertanian mengalami genangan air akibat hujan deras sebelumnya.
Peserta harus membangun tenda di atas papan palet, namun cuaca panas dan bau lembab dari genangan air membuat peserta sulit beristirahat.
Fasilitas Air Conditioner (AC) sangat terbatas, bahkan ada kipas angin yang hanya diperuntukkan untuk staf saja.
3. Masalah terkait makanan juga muncul. Supermarket GS25 yang berada di lokasi Jamboree menjual makanan dan minuman dengan harga dua kali lipat lebih mahal dari harga pasar.
Akibat dari berbagai masalah ini, beberapa negara, seperti Inggris dan Amerika Serikat, memutuskan untuk memulangkan peserta Jamboree mereka karena situasi yang tidak kondusif dan banyak peserta yang sakit. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan