Suara.com - Dianggap sebagai "panggung panas" bagi para petarung bela diri di Asia Tenggara, Indonesia pun kini kian banyak menghasilkan petarung terbaik. Penyelenggara ajang tarung mixed martial arts (MMA) terkemuka di Asia, ONE Championship, juga terbukti rutin menggelar laga-laga besar di Indonesia, khususnya Jakarta, sejak tahun 2012 lalu.
Sejalan dengan itu, sejumlah gym kelas dunia seperti Jakarta Muay Thai & MMA dan Bali MMA, pun telah hadir di negeri ini. Pusat-pusat pelatihan itulah yang kini menghasilkan sejumlah petarung hebat yang namanya kian terkenal di kancah global.
Kini, dalam gelaran "ONE: Kings og Courage" yang bakal digelar pada 20 Januari 2018 di Jakarta Convention Center, sejumlah petarung Indonesia pun akan turut tampil berlaga. Siap memberi kebanggaan bagi masyarakat Tanah Air dengan mewakili bendera Merah Putih, berikut ketujuh atlet bela diri tersebut sebagaimana daftar dan keterangan dari pihak ONE Championship:
Stefer Rahardian
Sebagai salah satu talenta paling hebat yang ada di Indonesia, Stefer Rahardian sukses melewati kehidupan yang penuh dengan kesulitan saat tumbuh dewasa. Kehidupannya berubah saat menemani rekannya di kelas Brazilian Jiu-Jitsu pada tahun 2008, di mana Stefer kemudian terpikat pada "seni pertarungan" dan lantas berhasil memenangkan beberapa turnamen gulat. Sayang, cedera kaki pada tahun 2013 menunda debutnya di ONE hingga tahun 2016.
Namun segera setelah memasuki ring, Stefer terbukti mampu menghancurkan para kompetitornya. Terakhir, meraih kemenangan dengan kuncian di ronde pertama saat melawan Sim Bunsrun, petarung berusia 31 tahun asal Jakarta ini sukses mencetak rekor profesional sempurna 7-0. Dan kini, juara ONE Jakarta Flyweight Tournament 2016 itu pun bersiap menghadapi tantangan dari lawan selanjutnya, atlet asal Pakistan, Muhammad "The Spider" Imran.
Sunoto
Sunoto bisa dikatakan sudah tak asing dengan kesuksesan dalam seni bela diri. Saat tumbuh dewasa di Jawa Tengah, ia mencoba tangan dan kakinya dalam berbagai disiplin bela diri, mulai dari taekwondo, wushu, hingga Japanese jiu-jitsu tradisional. Hingga pada akhirnya ia dapat menjadi juara Indonesia WKF.
Setelah sempat beberapa kali tak tertarik, Sunoto kemudian memutuskan untuk mencoba kemampuannya melawan atlet bela diri dunia. Hasilnya, sejak mengikuti ONE Championship, petarung berusia 32 tahun ini telah mencatat rekor impresif 6-3, di mana dalam laga terakhirnya ia mencetak kemenangan TKO di ronde pertama atas Chang Heng asal Kamboja. Kini dia siap menjatuhkan Rin Saroth, atlet Kamboja lainnya.
Victorio Senduk
Victorio "Indra" Senduk asal Bandung adalah penantang kelas bulu yang tak terkalahkan dan mantan juara Kelas Bulu IBC. Dengan latar belakang wushu dan kickboxing, Victorio adalah penyerang yang kuat dengan gaya agresif. Mewakili Gorilla Fight Club, kini dia akan kembali ke ring ONE Championship melawan rekan senegaranya, Yohan Mulia Legowo.
Yohan Mulia Legowo
Yohan Mulia Legowo yang berasal dari Solo, telah berkompetisi di ajang bela diri profesional lebih dari 15 tahun. Dikenal dengan julukan "The Iceman", Yohan memiliki rekor profesional 8-6, dengan lima kemenangan kuncian dan tiga knockout (KO). Sebagai petarung serba bisa, Yohan dikenal kerap menyatukan berbagai teknik bela diri termasuk gulat, judo, Jiu-Jitsu, tinju dan kung fu dalam deretan serangannya. Kini ia akan mencobanya menghadapi Victorio Senduk.
Riski Umar
Baru berusia 25 tahun, jelas sekali jika Riski Umar memiliki masa depan yang cerah dan panjang di ring ONE. Pria petarung kelas terbang asal Ternate, yang dijuluki "King Kong" ini memiliki kehidupan yang dapat dibilang normal, namun selalu terpesona dengan seni bela diri. Memulai dengan taekwondo dan silat saat masa kecilnya, Riski lantas sempat pergi ke Thailand untuk mempelajari Muay Thai, sebelum pindah ke Bali dua tahun lalu.
Baru pada bulan September lalu, Riski melakukan debut laga profesionalnya di ajang ONE: Total Victory. Saat itu, beda dengan kebanyakan pemula yang mungkin gugup, Riski justru menjadikan lawannya, Adi Nugroho, sebagai "target tendangan" sebelum dihentikan dalam dua menit dengan sepasang tendangan ke badan lawan. Kini ia bersiap kembali membuktikan diri dengan calon lawan Arnol Batubara.
Baca Juga: Ditanya Soal Aliran Dana ke Muzdalifah, Ini Jawaban Mantan Suami
Arnol Batubara
Berasal dari Bandung, Arnol Batubara adalah petarung kelas terbang ONE Championship dan mantan juara Garuda Super Fight Kelas Bantam. Dengan gayanya yang berasal dari wushu Sanda, Arnol yang mewakili Livre Brotherman dan IndoGym bergabung di divisi Kelas Terbang, dan kini siap menunjukkan teknik hebatnya dalam laga debut melawan Riski Umar.
Priscilla Hertati Lumbangaol
Atlet bela diri wanita, Priscilla Hertati Lumbangaol, adalah juara nasional wushu Indonesia yang juga telah berlatih berbagai disiplin bela diri lain seperti kickboxing. Petarung berusia 29 tahun ini telah menjalankan debut ONE Championship-nya melawan Tiffany Teo (Singapura) di ajang ONE: Throne of Tigers pada Februari 2017 lalu. Kini Priscilla siap tampil lagi di ring ONE Championship, menghadapi Audreylaura Boniface asal Malaysia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar