Suara.com - Tersisa dua tahapan lagi bagi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir untuk pertahankan gelar di ajang Indonesia Open 2018. Pasangan ganda campuran andalan Indonesia ini memastikan meraih tiket ke semifinal pada, Jumat (6/7) siang.
Di perempat final, Owi/Butet—sapaan akrab mereka—menumbangkan unggulan kelima asal Cina, Zhang Nan/Li Yinhui, lewat pertarungan straight game, 21-17 dan 21-14, di Istora Senayan, Jakarta.
Kemenangan tersebut memastikan sektor ganda campuran Indonesia mengamankan satu tiket final. Sebab di semifinal besok, Owi/Butet dipastikan akan menghadapi wakil Indonesia lainnya antara Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang akan saling bertemu di perempat final.
Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Harga Tiket Asian Games Mahal
Terkait pertandingan ini, Butet mengaku puas bisa kembali mengalahkan Zhang/Li. Strategi yang diterapkan dirinya dan Owi dinilai sukses menyulitkan ganda campuran ranking 23 dunia tersebut.
"Hari ini mainnya lebih baik dari kemarin. Dari awal sudah enak mainnya, menerapkan ke pola permainan. Zhang Nan/Li Yinhui juga jadi bingung mau main seperti apa," jelas Butet.
"Game kedua mereka sempat leading dan mengubah pola permainan. Zhang Nan jadi sering mukul. Kami ingin bola panjang, tapi saat interval kami sadar harus ubah strategi. Terbukti kami bisa kejar dari 8-11 sampai 18-12," sambungnya.
Kemenangan ini membuat catatan head-to-head Owi/Butet atas Zhang/Li masih belum ternoda.
Baca Juga: Hasil Drawing Tujuh Cabor Beregu Asian Games 2018
Sebelumnya, Owi/Butet tak pernah kalah di tiga pertemuan, yakni di Cina Open 2016, Denmark Open 2017, dan Prancis Open 2017.
"Sekarang dia (Zhang Nan) masuk ke final saja sudah agak sulit di beberapa turnamen terakhir. Karena tidak gampang bagi Zhang Nan untuk meggendong Li Yinhui yang masih muda dan belum matang. Tapi kami tidak meremehkan mereka, pertandingan tadi cukup ramai," tutur Butet.
Sementara itu, Owi berharap pertandingan semifinal besok berjalan lancar bagi keduanya. Meski menghadapi teman sendiri, Owi/Butet tetap bertekad melaju ke final dan menjadi juara.
Baca Juga: Indonesia Open 2018: Fajar / Rian Pede Hadapi Juara Dunia
"Game pertama tadi main belum enak. Mudah-mudahan besok berlanjut dan bisa main lebih enak," kata Owi.
"Indonesia diuntungkan karena satu wakil pasti ke final. Siapa pun lawannya, baik Hafiz/Gloria maupun Ricky/Debby, kami harus tetap fight," Butet menimpali.
Tag
Berita Terkait
-
Jejak Abadi Rudy Hartono hingga Tontowi Ahmad, Legenda Indonesia Isi Museum Bulu Tangkis Dunia BWF
-
Kembali ke Lapangan, Liliyana Natsir Berbagi Ilmu ke Generasi muda
-
Masuki Tahap Turnamen, Owi/Butet Soroti Peningkatan Kualitas Peserta Audisi Umum PB Djarum 2025
-
Hendrawan hingga Butet Pantau Langsung Audisi Umum PB Djarum 2025
-
Ibadah Kebudayaan Indonesia Kita ke-43: Semangat Gotong Royong Demi Putra Sang Maestro
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya