Sport / arena
Rizki Nurmansyah
Selasa, 28 Agustus 2018 | 12:45 WIB
Pemanah Indonesia, Diananda Choirunisa, membidik sasaran saat bertanding melawan pemanah Cina Taipei, Lei Chien-ying, dalam babak semifinal panahan nomor recurve Individual putri Asian Games 2018 di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (23/8). [Antara/INASGOC/Aditya Pradana]

Suara.com - Pemanah putri Indonesia, Diananda Choirunisa, belum berhasil sumbang medali emas di Asian Games 2018. Nisa harus puas meraih perak di nomor recurve individual putri, Selasa (28/8/2018).

Nisa kalah bersaing dengan atlet panahan Cina, Zhang Xinyan. Dia kalah dengan skor 7-3 dalam laga yang digelar di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Kado Kevin / Marcus dan Fajar / Rian buat Pelatih Ganda Putra

Peraih medali emas recurve individual putri SEA Games 2017 ini mengatakan, faktor angin jadi penyebab kegagalannya bersaing dengan pemanah ranking 113 dunia tersebut.

"Saat latihan, anginnya agak ke kiri, bahkan cenderung tidak ada. Tapi, waktu pertandingan, anginnya berubah ke kanan," jelas pemanah kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 16 Maret 1997.

"Terutama anginnya yang agak kencang pada set keempat dan kelimat. Tentu kecewa gagal dapat emas. Tapi, tetap bersyukur (bisa raih perak Asian Games 2018). Mungkin disuruh sama Allah untuk lebih giat berlatih lagi," Nisa menambahkan.

Lebih jauh, Nisa mengatakan tingkat persaingan di Asian Games 2018 sangat berat. Pasalnya, banyak pemanah top dunia yang juga ikut ambil bagian di ajang ini.

"Persaingan di level Asia ini hampir sama dengan di Olimpiade. Buktinya juara dunia dari Korea Selatan, yang kemarin juga dapat emas di Olimpiade 2016—Chang Hye-jinChang Hye-jin, turun di Asian Games 2018," pungkas Nisa.

Baca Juga: Asian Games : Choirunisa Sumbang Perak Indonesia dari Panahan

Selain medali perak, tim panahan Indonesia juga menyumbang medali perunggu. Medali ini disumbangkan pemanah Riau Ega Agata Salsabilla dari nomor recurve individual putra Asian Games 2018 pada, Selasa siang.

BACA SELANJUTNYA

Polling: 51,7 Persen Warga Tokyo Ingin Olimpiade 2020 Dibatalkan