Suara.com - Perhelatan Asian Games 2018 telah resmi berakhir. Upacara Penutupan Asian Games 2018 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018), menjadi tanda rampungnya pesta olahraga se-Asia ini.
Tak kurang 465 nomor pertandingan dari 40 disiplin olahraga yang diikuti 11.646 atlet dari 45 negara peserta Asian Games 2018, berlangsung dengan lancar dan sukses.
Kontingen Cina memuncaki klasemen akhir perolehan medali Asian Games 2018. Total, putra-putri Negeri Tirai Bambu meraih 289 medali, dengan rincian 132 emas, 92 perak, dan 65 perunggu.
Baca Juga: CdM Indonesia: Asian Games Sukses, Olimpiade 2020 Menunggu
Peringkat kedua dan ketiga ditempati Jepang dan Korea Selatan. Sementara, Indonesia selaku tuan rumah menempati posisi keempat, dengan raihan 31 medali emas, 24 perak dan 43 perunggu.
Pencapaian ini jauh melebihi target dan ekspektasi pemerintah Indonesia di Asian Games 2018, yang menargetkan 16 medali emas.
Lantas, siapakah atlet yang paling banyak meraih medali emas Asian Games 2018?
Berikut tiga besarnya yang dihimpun Suara.com dari laman resmi Asian Games 2018, Senin (3/9):
1. Rikako Ikee (Jepang)
Sejarah baru diukir atlet renang putri asal Jepang, Rikako Ikee, pada Asian Games 2018. Dia menjadi perenang pertama yang meraih enam medali emas dalam sebuah perhelatan Asian Games.
Total, perenang cantik yang masih berusia 18 tahun ini berhasil menggondol enam medali emas dan dua perak.
Medali emas tersebut didapat dari masing-masing nomor 50m dan 100m freestlye, 50m dan 100m butterfly, 4x100m freestlye relay, serta 4x100m medley relay.
Baca Juga: Asian Games 2018 Sumbang 1.119 Ton Sampah
Sedangkan dua perak yang diraih Rikako Ikee diraih dari nomor 4x200m freestlye relay dan 4x100m mixed medley relay.
Prestasi besarnya itu membuat dia dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) alias atlet terbaik Asian Games 2018.
Rikako Ikee berharap pencapaiannya di Asian Games 2018 bisa menjadi modal yang baik saat turun di Olimpiade 2020 yang akan berlangsung di negaranya sendiri.
"Untuk dua tahun lagi ada Olimpiade 2020, bisa terasa cepat bisa juga lama. Saya akan berusaha dengan baik, itu akan menjadi turnamen yang besar bagi saya," kata Rikako Ikee di Main Press Center, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).
2. Xu Jiayu (Cina)
Xu Jiayu menjadi atlet kedua yang paling banyak meraih medali emas Asian Games 2018. Total, atlet renang putra asal Cina ini membawa pulang lima medali emas.
Medali emas tersebut masing-masing dari nomor 50m backstroke, 100m backstroke, 200m backstroke, Mixed 4x100m medley relay, dan 4x100m medley relay.
Khusus di nomor 200m backstroke, Xu Jiayu berhasil memecahkan rekor nasional Cina dengan catatan waktu 1 menit 53,99 detik.
Baca Juga: Klasemen Akhir Perolehan Medali Asian Games 2018
Sebelumnya, catatan waktu terbaik Xu Jiayu di nomor 200m backstroke, yakni 1 menit 54,03 detik, yang diukirnya pada Kejuaraan Nasional Renang Cina pada tahun 2017.
Selain itu, pada nomor 4x100m medley relay dan mixed 4×100m medley relay, Xu Jiayu mengukir rekor baru di Asian Games.
Torehan lima medali emas Asian Games 2018 ini tak ubahnya jadi kado ulang tahun bagi Xu Jiayu yang genap berusia 23 tahun pada 19 Agustus lalu.
3. Sun Yang (Cina)
Selain Xu Jiayu, Cina juga menempatkan salah satu atlet renangnya yang lain, Sun Yang, sebagai atlet terbanyak ketiga yang meraih medali emas di Asian Games 2018.
Total, Sun Yang menggondol enam medali dari Asian Games ke-18 ini. Rinciannya adalah empat medali emas dan dua perak.
Sun Yang, yang memiliki postur tubuh dua meter, merajai nomor 200m, 400m, 800m, dan 1500m gaya bebas.
Baca Juga: Asian Games 2018 : Rekap Target Cabor Indonesia dan Realitanya
Sedangkan, dua medali perak diraihnya dari nomor estafet 4x100m gaya bebas dan estafet 4x200m gaya bebas.
Khusus di nomor 800m gaya bebas, Sun Yang berhasil memecahkan rekor baru di Asian Games setelah mencatatkan waktu 7 menit 48,36 detik.
Darah olahraga mengalir deras di dalam tubuh perenang kelahiran Hangzhou, Cina, 1 Desember 1991 ini.
Ayahnya, Sun Quanhong, merupakan mantan pemain voli. Sedangkan, sang ibu, Yang Ming, adalah pelatih olahraga.
Berita Terkait
-
Resmi! PB Padel Indonesia Jadi Anggota NOC, Buka Jalan Menuju Pentas Dunia
-
Regenerasi Atlet Panahan! 562 Anak Unjuk Gigi di MilkLife Archery Challenge Kudus
-
Jason Donovan Bertekad Pecahkan Rekor Pribadi di Asian Games 2026
-
Krisis Anggaran, Pelatnas Akuatik untuk Asian Games 2026 Terpaksa Dihentikan
-
Tak Hanya Balap, Kiandra Ramadhipa Asah Public Speaking demi Karier Profesional
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Musyawarah PERBASASI DKI Jakarta Lancar, Fokus Pengembangan Prestasi dan Persiapan Menuju PON
-
NOC Indonesia Tetapkan Dua Anggota Baru Usai Rapat Anggota Tahunan
-
Resmi! PB Padel Indonesia Jadi Anggota NOC, Buka Jalan Menuju Pentas Dunia
-
Riau Bhayangkara Run 2026 Kembali Digelar, Polda Riau Siapkan Event Lari Terbesar di Sumatera
-
Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
-
NOC Berikan Penghargaan untuk 10 Pelaku Olahraga Salah Satunya Timnas Futsal Indonesia
-
Tembus Rute Neraka 1.034 KM, Juney Hanafi Jadi Orang Indonesia Pertama Juara Lintang Flores
-
Veda Ega Pratama Bangkit di Le Mans, Lolos Langsung ke Q2 Moto3 Prancis
-
Mario Aji Terpuruk di Le Mans, Gagal Masuk 14 Besar dan Mulai Moto2 Prancis dari Q1
-
MotoGP Terapkan Aturan Baru Pit Lane di GP Prancis, Pengawasan Makin Ketat