Suara.com - Pundi-pundi kekayaan Jonatan Christie meningkat pesat pasca perhelatan Asian Games 2018. Total, Jojo—sapaan akrab Jonatan—mengantongi bonus uang Rp 1,8 miliar dari pemerintah.
Hadiah tersebut sebagai apresiasi pemerintah atas kontribusi pebulutangkis 20 tahun ini menyumbangkan medali emas dan perak bagi Indonesia di Asian Games ke-18 lalu.
Seperti diketahui, Jojo meraih medali emas Asian Games 2018 di nomor tunggal putra. Atas capaiannya itu dia mendapat bonus Rp 1,5 miliar.
Baca Juga: Sugianto, Peraih Emas Asian Games Terinspirasi Wiro Sableng
Sementara, raihan bonus Rp 300 juta lainnya didapat Jojo berkat kontribusinya membawa Indonesia meraih medali perak di nomor beregu putra.
Terkait penggunaan bonus tersebut, pebulutangkis yang akan genap berusia 21 tahun pada 15 September mengaku akan menginvestasikan. Khususnya investasi di bidang properti.
"Sekarang sih saya belum punya rumah, mungkin nanti kalau juara lagi, hahaha. Sekarang baru ada apartemen," ujar Jojo dikutip dari Klik Babel—jaringan Suara.com—Kamis (6/9/2018).
"Mobil pun sekarang punya yang biasa saja, belum mau ganti yang bagaimana-bagaimana. Suatu saat nanti saya mau investasi properti kalau memang memungkinkan," tambahnya.
Selain itu, Jojo akan menyisihkan sebagian bonusnya untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia pun berencana mengunjungi Lombok setelah mengikuti tiga turnamen BWF.
"Sepulang dari Korea Open, mungkin saya akan sempatkan satu hari datang langsung ke Lombok. Rencananya mau bangun sekolah dan masjid," ujar Jojo.
"Karena dua fasilitas ini bisa dipakai mayoritas penduduk Indonesia yang merupakan umat Muslim. Jadi mungkin ini bisa dimanfaatkan dengan baik di sana," sambungnya.
Baca Juga: Cerita Driver Ojol Jadi Hakim Garis Jojo di Final Asian Games
"Dan anak-anak usia sekolah juga banyak, makanya saya pikir sekolah darurat itu penting untuk mereka. Nanti kalau sudah jadi, saya juga mau datang lagi untuk melihat hasil pembangunannya," Jojo menambahkan.
Berita ini pertama kali dipublikasikan Klik Kabel dengan judul "Jonathan Christie Akan Bangung Sekolah dan Masjid di Lombok".
Tag
Berita Terkait
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
-
Menjelajahi Kompleks Masjid Al-Aqsa, Ikon Spiritual di Jantung Yerusalem
-
Gegara Gerald Vanenburg, John Herdman Dipastikan Bakal Nganggur Setahun! Kok Bisa?
-
Indonesia Urung Tampil, Sepak Bola Asian Games Dipastikan Kehilangan Satu Kekuatan Terbaik
-
Timnas Indonesia Sudah Kirim Nama Pemain Sebelum Muncul Isu Dicoret dari Asian Games 2026
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Kemitraan Lanjut di 2026, Mental Juara Sean Gelael Meningkat
-
Jakarta Electric PLN Mobile Tumbangkan Medan Falcons di Putaran Kedua Proliga 2026
-
PB Djarum Gelar Kejuaraan Klub Mitra 2026: Adopsi Format Piala Thomas, Uber, dan Sudirman
-
Alasan Bank Jakarta Bantu Pelita Jaya Arungi IBL 2026
-
Bank Jakarta Gandeng Pelita Jaya, Targetkan Prestasi dan Sport Tourism
-
Jorge Martin Pulih dari Cedera, Siap Ikuti Tes MotoGP di Buriram
-
Satu Hati untuk Jakarta: Pelita Jaya dan Persija Resmi Berkolaborasi
-
Jelang GFNY Belitung 2026, Komunitas Roadbike Jakarta Gelar Group Ride 40 Km
-
Anthony Garbelotto Bongkar Kunci Kestaria Bengawan Solo Jungkalkan Dewa United
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis