Suara.com - Muhammad Taufik berhasil menjuarai kejuaraan Rhino Cross Triathlon 2018 yang berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Padeglang, Banten, Minggu (30/9/2018).
Taufik menjadi yang tercepat pada kategori Eagle di kelas men open, setelah mencatatkan waktu 2 jam 53 menit 10 detik. Posisi kedua sendiri ditempati oleh Ady Akhmad Jukardi dengan waktu 2 jam 57 menit 52 detik, sedangkan peringkat ketiga direngkuh Marteen Vrounraets dengan waktu 2 jam 59 menit 57 detik.
Eagle sendiri merupakan kategori tertinggi dari tiga kelas yang dipertandingkan di kejuaraan tahun ini. Dua lainnya adalah Rhino dan Bull. Kelas Eagle menempuh jarak renang 1,5 kilometer, sepeda 30 kilometer dan lari 15 kilometer.
Taufik yang sempat menghuni pelatnas cabang olahraga Pentathlon di Asian Games 2018, nyatanya tak memenangi perlombaan dengan mudah. Dirinya harus jatuh bangun sebelum menjadi tiratlet pertama yang menyentuh garis finis.
Menurut Taufik, gelaran Rhino Cross Triathlon tahun ini sangat menantang, mulai dari renang, sepeda dan lari. Khusus di fase bersepeda, dirinya mengaku sempat jatuh berkali-kali sebelum mampu melanjutkan perlombaan.
"Di fase bersepeda itu ekstrem sekali, kembali saya tiga kali terjatuh dan shock belakang saya mati sehingga saya harus cari-cari kunci L untuk mengencangkan jok saya di lap kedua," ungkap Muhammad Taufik usai lomba di Kawasan Tanjung Lesung, Banten, Minggu (30/9/2018).
Selepas itu, Taufik menyebut dirinya harus berjuang ekstra keras karena shock sepedanya kadung rusak dan tak lagi berfungsi. Keadaan shock sepeda yang keras harus dilaluinya selepas kilometer 10.
"Di fase lari tak ada problem kecuali kilometer 3 dan 4, itu full pasir dan sangat berat sekali. Kategori Eagle sangat menantang bagi saya," bebernya.
Ini menjadi gelar juara kedua beruntun bagi Muhammad Taufik di ajang Rhino Cross Triathlon. Sebelumnya, saat ajang ini pertama kali digelar pada 2017 silam, Taufik sukses menjadi juara di kelas Rhino.
Baca Juga: Man United Dipermalukan West Ham, Mourinho Ogah Larut Bersedih
Kejuaraan Rhino Cross Triathlon menjadi satu dari dua sport tourism atau wisata olahraga di Festival Pesona Tanjung Lesung 2018.
Satu kejuaraan lainnya adalah Mountain Bike Cross Country Marathon (MTB XCM) telah berlangsung kemarin, Sabtu (29/9/2018).
Di samping kedua sport tourism, Festival Pesona Tanjung Lesung 2018 juga menyajikan gelaran seru lainnya, yakni berupa ajang seni budaya seperti Pasar Batik Cikadu dan Festival Kolecer yang dihelat di Cipanon.
Berita Terkait
-
Performa Menanjak, Dua Pasangan Ganda Putri Ini Masuk Proyeksi Asian Games 2026
-
Atlet Lari Indonesia akan TC ke Kenya sebagai Persiapan Asian Games 2026
-
Hasil SEA Games 2025 jadi Gambaran Menatap Asian Games 2026
-
Sukses di SEA Games 2025, Pengamat Ingatkan Segera Fokus Hadapi Asian Games dan Olimpiade
-
Jangan Puas Runner Up di SEA Games 2025, Masih Ada Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
Terkini
-
Popsivo Sapu Bersih Proliga 2026 di Pontianak dengan Kemenangan
-
4 Wakil Indonesia Siap Berlaga di India Open 2026, Jonatan Christie hingga Sabar/Reza
-
Performa Menanjak, Dua Pasangan Ganda Putri Ini Masuk Proyeksi Asian Games 2026
-
PBSI Resmi Kembali Rombak Ganda Putri, Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Dipisah
-
Kejuaraan Beregu Asia 2026: Indonesia Satu Grup dengan Malaysia
-
Datangkan Pemain Jempolan, Kesatria Bengawan Solo Pasang Target Tinggi di IBL 2026
-
Avan Seputra Ingin Bawa Pengalaman Juara di Kesatria Bengawan Solo
-
Presiden Pelita Jaya Jakarta Ungkap Wacana Pembangunan Stadion Sendiri
-
Atlet Lari Indonesia akan TC ke Kenya sebagai Persiapan Asian Games 2026
-
Martina Ayu Pratiwi Diguyur Bonus Rp3,4 Miliar usai Raih 7 Medali SEA Games, Jumlah Terbanyak