Sport / Raket
Selasa, 10 Maret 2026 | 13:12 WIB
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PP PBSI Eng Hian. ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira/aa.
Baca 10 detik
  • PBSI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim setelah gagal mencapai target satu gelar juara All England 2026.
  • Evaluasi komprehensif akan dilaksanakan di pelatnas bersama pelatih guna mencari metode pembinaan yang lebih efektif.
  • Hasil terbaik Indonesia di All England 2026 Birmingham adalah semifinal yang dicapai ganda putra Raymond/Nikolaus.

Suara.com - PBSI akan melakukan evaluasi terhadap performa tim bulu tangkis Indonesia setelah gagal memenuhi target pada All England 2026 yang menargetkan satu gelar juara.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, mengatakan evaluasi menyeluruh akan dilakukan bersama jajaran pelatih dan tim pendukung di pelatnas.

“Evaluasi ini akan kami lakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar," ujar Eng Hian dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).

Ia menambahkan PBSI akan terus mencari metode pembinaan yang lebih efektif agar potensi para atlet Indonesia dapat berkembang secara optimal.

"PBSI akan terus berupaya mencari metode pembinaan yang semakin efektif agar potensi para atlet dapat berkembang secara optimal dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.”

Pada turnamen level BWF World Tour Super 1000 tersebut, langkah wakil Indonesia terjauh dicatatkan pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang berhasil mencapai babak semifinal.

Sementara itu, wakil Indonesia di empat sektor lainnya, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran, harus terhenti saat memasuki babak perempat final.

Turnamen bulu tangkis bergengsi tersebut digelar di Birmingham, Inggris. Eng Hian mengakui bahwa ekspektasi masyarakat terhadap bulu tangkis Indonesia sangat tinggi, terutama di ajang bersejarah seperti All England.

"Kami juga memahami bahwa harapan masyarakat Indonesia terhadap bulu tangkis sangat besar, terlebih di turnamen seperti All England. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi target yang telah ditetapkan," ujar Eng Hian.

Baca Juga: Tur Eropa Menguras Tenaga, Fadia/Tiwi Ekstra Fokus Recovery Jelang Swiss Open 2026

Setelah All England, tim bulu tangkis Indonesia dijadwalkan melanjutkan rangkaian tur Eropa dengan mengikuti Swiss Open 2026 yang merupakan bagian dari kalender BWF World Tour.

Turnamen tersebut diharapkan menjadi momentum bagi para atlet untuk kembali menemukan performa terbaik sekaligus meraih hasil positif bagi Indonesia.

(Antara)

Load More