Suara.com - Pino Bahari selaku pelatih petinju nasional, Daud Yordan menyebut kekalahan anak didiknya atas Anthony Crolla tak mencerminkan utuh pertarungan di dalam ring. Crolla disebutnya bermain dengan cara kotor.
Seperti diketahui, Daud Yordan kalah secara unanimous atau penilaian mutlak atas Anthony Crolla dalam duel 12 ronde yang bertajuk "Final Eliminator WBA Lighweight Championship" di Manchester Arena, Inggris, Minggu (11/11/2018) dini hari WIB.
"Puji Tuhan, tadi malam Daud Yordan tampil luar biasa sepanjang 12 ronde. Kemenangan pihak lawan lebih kepada faktor tuan rumah karena lawan tidak KO," ujar Pino Bahari saat dihubungi wartawan, Minggu (11/11/2018).
Menurut Pino, Daud Yordan sudah bermain maksimal. Petinju 31 tahun itu dinilai mampu memaksa Anthony Crolla bermain bertahan di depan publiknya sendiri.
Bahkan, Pino menyebut, tekanan yang dihadirkan Daud sampai-sampai membuat Crolla bermain kotor dan sering melakukan clinch atau memeluk Daud.
"Daud sudah bermain dengan bagus, lawan terpaksa bermain kotor dengan menanduk dan memeluk Daud," ujar Pino.
Terpisah, kakak sekaligus mentor Daud Yordan, Damianus Yordan mengungkapkan pandangan yang sejalan dengan pelatih Pino Bahar. Menurutnya, Daud Yordan tidak kalah secara kualtias permainan, Crolla dinilainya hanya menghindari permainan terbuka dan berharap menang angka diakhir pertarungan.
"Nah untuk bertanding seperti itu Crolla sudah punya strategi, kalau Daud sudah melancarkan pukulan banyak, dia langsung clinch atau istilahnya dipeluk," ujar Damianus.
"Ini yang menyulitkan Daud, dan sebenarnya Daud sudah uji coba dulu di 1-2 ronde bisa enggak nyari jalan dengan gaya counter boxer misalnya, tak usah terlalu menggebu menyerang. Tapi nyatanya memang tak dapat ruang pukulan," tukasnya.
Baca Juga: Pelatih Sriwijaya FC Waspadai Serangan Balik Cepat Barito Putera
Kekalahan atas Anthony Crolla membuat Daud Yordan harus mengubur mimpinya untuk menantang juara dunia tinju kelas ringan WBA (Super), Vasyl Lomachenko.
Berita Terkait
-
Daud Yordan Kasih Pesan ke Kambosos: Saya Tidak Datang untuk Kalah!
-
Rekam Jejak Daud Yordan: Anggota DPD RI, Juara Dunia yang Cuma 4 Kali Kalah, Kini Bersiap Hancurkan George Kambosos Jr
-
Daud Yordan Naik Ring Lagi, Hadapi Kambosos Jr di Australia
-
Daud Yordan Kembali Naik Ring, Lawan Petinju Argentina Juan Hernan Leal
-
Daud Yordan Siapkan Laga Perebutan Gelar Juara Dunia ke-4
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Hasil IHTTC 2026: Pembalap Sleman Melaju Kencang, Sayang Kena Sanksi di Sepang
-
China Rengkuh Gelar Ke-12, Kisah Ajaib Prancis di Piala Thomas 2026 Berakhir
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final
-
Kimi Antonelli Juara F1 GP Miami 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun
-
Regenerasi Atlet Panahan! 562 Anak Unjuk Gigi di MilkLife Archery Challenge Kudus