Pasangan ganda campuran pratama PBSI, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil kembali diguyur bonus, usai meraih predikat atlet muda terbaik 2018 dari Djarum Foundation di kawasan TVRI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Pasangan ganda campuran pratama PBSI, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil kembali diguyur bonus. Hal ini usai mereka meraih predikat atlet muda terbaik 2018 dari Djarum Foundation.

Leo/Indah merupakan pasangan ganda campuran peraih medali emas BWF World Junior Championship 2018.

Mereka keluar sebagai juara usai mengalahkan rekan sepelatnas, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Berkat prestasi cemerlangnya tersebut, Leo/Indah yang juga merupakan atlet binaan PB Djarum Kudus, mendapat apresiasi berupa uang senilai Rp 25 juta dari Djarum Foundation di kawasan TVRI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

"Melalui pemberian bonus ada dua hal yang ingin Djarum Foundation sampaikan kepada atlet-atlet muda. Pertama, bagi penerima bonus, apresiasi ini diharapkan bisa melecut semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi," ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.

"Lalu yang kedua, bagi atlet yang belum menerima bonus, diharapkan bisa berlatih lebih keras lagi dan mampu menuai prestasi seperti rekan-rekannya saat ini," imbuhnya.

Pasangan ganda campuran junior Indonesia, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, menjadi juara dunia di Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2018 di Ontario, Kanada, Minggu (18/11/2018) atau Senin dini hari WIB. [Humas PBSI]

Leo Rolly Carnando sendiri mengaku sangat bangga capaiannya ditingkat dunia bisa mendapat apresiasi tinggi. Bonus tersebut dinilainya bisa menjadi pelecut semangat untuk bisa lebih baik.

"Rasanya senang sekali bisa mendapatkan bonus yang merupakan apresiasi atas apa yang telah dilakukan selama ini. Sebagai atlet saya tak boleh berpuas diri, karena masih punya target-target yang ingin diraih terutama di level senior nanti," ujar Leo.

Senada dengan Leo, Indah Cahya Sari Jamil menanggapi positif apresiasi tersebut. Sebagai pemain masa depan Indonesia, dia bertekad untuk tampil lebih baik di masa mendatang.

"Bonus ini membuat saya semakin termotivasi untuk menjadi pebulutangkis yang lebih baik lagi, baik dari sisi teknik, mental dan juga prestasi," tukas Indah.

Sebelumnya, pada 26 November 2018 lalu, Leo/Indah juga mendapat bonus Rp 80 juta dari Djarum Foundation. Hal ini sebagai apresiasi atas prestasi mereka kala itu menjadi juara dunia junior.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil, disela pemberian bonus kepada mereka dari Djarum Foundation yang diserahkan langsung oleh Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin (tengah), di Grand Indonesia, Jakarta, Senin (26/11/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]

Selain memberikan bonus kepada Leo/Indah, Djarum Foundation juga mengguyur bonus bagi para pemain muda binaannya yang memiliki prestasi mencolok di 2018.

Tercatat, tunggal putri peraih gelar juara Kejurnas PBSI 2018, Alifia Intan Nurokhim mendapatkan bonus sebesar Rp 15 juta.

Sementara untuk kategori juara remaja (tunggal dan ganda) 2018, serta juara taruna (tunggal dan ganda) 2018, Djarum Foundation menggelontorkan bonus sebesar Rp 105,630 juta bagi 47 atlet.