Suara.com - Tim e-Sports Humble akan mewakili regional Bekasi di babak Grand Final Piala Presiden e-Sports 2019. Hal itu menyusul kemenangan mereka atas Victim Rivals di babak final regional Bekasi, Minggu (3/3/2019).
Bermain di Grand Studio Metro TV, Jakarta, pertarungan game Mobile Legends antara kedua tim berlangsung ketat, sebelum Humble akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.
Lolosnya Humble bisa dibilang cukup mengejutkan. Pasalnya, mereka hanyalah tim e-Sports amatir yang berbanding terbalik dengan status Victim yang merupakan tim e-Sports profesional.
Menurut anggota tim Humble, Felani Agusti, kunci kemenangan mereka atas Victim Rivals adalah perihal kerja keras. Humble disebutnya sudah mempersiapkan penampilan sejak jauh-jauh hari.
"Kami sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari. Karena itu kami yakin bisa memberikan yang terbaik," ujar Felani usai laga, Minggu (3/3/2019).
Felani menjelaskan jika fokus timnya saat ini adalah untuk kembali mempersiapkan diri jelang laga Grand Final yang akan berlangsung pada 30-31 Maret 2019 mendatang. Humble disebutnya ingin kembali membuat kejutan di ajang pamungkas nanti.
"Persiapan kami tetap, kami akan lebih fokus lagi, Karena target kami bukan hanya lolos mewakili regional Bekasi. Kami tak ingin berhenti di sini," tukas Felani.
Kemenangan Humble atas Victim Rivals sekaligus menandai berakhirnya babak final regional Piala Presiden e-Sports 2019.
Selain Humble, tujuh tim yang sudah berhasil lolos adalah Cupu Team (Pontianak), Nazone (Solo), Revo Esport (Surabaya), ROC Esport (Denpasar), Profesional Esport (Palembang), Star8 Esport (Manado), Starlest eSports (Makassar).
Baca Juga: Sergio Ramos: Saya Tidak Sengaja Menyikut Messi
Di babak Grand Final nanti, delapan tim yang lolos mewakili regional masing-masing akan memperebutkan Piala Presiden e-Sports 2019 dengan delapan tim dari kategori profesional.
Grand Final Piala Presiden e-Sports 2019 sendiri akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. Ke-16 tim nanti akan bertarung memperebutkan tiket final dengan menggunakan sistem single elemination dengan format Best-of-3. Sementara di Grand Final nanti skema yang digunakan adalah Best-of-5.
Tag
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras
-
Bogor Hornbills Tak Gentar Hadapi Nama Besar Pelita Jaya di Final IBL 2026
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia