Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, meminta publik tak main hakim sendiri terkait isu miring viralnya video masturbasi yang diduga dilakukan salah satu atlet bulutangkis Tanah Air.
Susy meminta kepada masyarakat agar tak sembarangan dalam melemparkan tuduhan.
Terlebih sosok yang bersangkutan saat ini tengah mengikuti Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019 di Wuhan, China, 23-28 April mendatang.
"Hal-hal seperti ini ya jangan asal ngomong dan segala macam juga kan, kasihan orangnya sedang bertanding kan," ujar Susy Susanti saat dihubungi Suara.com, Selasa (23/4/2019).
"Kami di sini tak tahu (kabar tersebut). Jadi istilahnya tak usah terlalu di apa (gembar-gemborkan—red) lah," sambungnya.
Lebih jauh, Susy meyakini isu miring itu tak ada sangkut pautnya dengan atlet Pelatnas. Dia pun menegaskan PBSI telah menerapkan aturan yang sangat ketat di asrama PBSI.
"Pelatnas sendiri sudah ketat. Aturan kita secara umum kan sudah ada. Kita di sini kan menyangkut masalah prestasi," ujar Susy.
"Peraturan di PBSI jam malam itu pukul 09.00 WIB (atlet tak boleh keluar asrama). Atlet yang akan keluar dari asrama harus ada izin dari bapak dan ibu asrama, serta pelatih dan satpam. Kalau tak ada ya tak boleh keluar," tegasnya.
Beberapa hari belakangan ini, jagat media sosial khususnya Twitter, digegerkan dengan video dugaan sejumlah artis dan atlet melakukan tindakan yang tak senonoh.
Baca Juga: Video Onani Mirip Atlet Bulutangkis Viral, PBSI Minta Pemain Profesional
Video tersebut dipublikasi oleh akun Simpenan Pejabat. Dalam video tersebut sejumlah artis berinisial GF, GP, OP, AM, RB, RK dan KH tampak melakukan masturbasi.
Selain artis, ternyata ada pula pria mirip atlet berinisial JC yang dalam video itu diduga melakukan hal tak senonoh.
"Bala-bala ku di grup #AgenPemersatuBangsa ini memang sangat luar biasa tiap hari ada aja dapet yang baru," tulis akun tersebut sebagai penjelasan dalam video yang diunggahnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Andara: Fortuner Terbalik, Penumpang LCGC Dilarikan ke RS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya