Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, terhenti di babak pertama Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019 setelah kalah dari Angus Ng Ka Long (Hong Kong), Rabu (24/4/2019). [Humas PBSI]

Suara.com - Anthony Sinisuka Ginting tak bisa menyembunyikan frustrasinya usai kandas di babak pertama Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019, Rabu (24/4/2019).

Tunggal putra peringkat tujuh dunia itu tak mampu meladeni perlawanan pemain non-unggulan asal Hong Kong, Angus Ng Ka Long, di Wuhan Sports Center, China.

Anthony menjadi unggulan keenam di Badminton Asia Championships 2019 ini, nyatanya menjadi pihak yang banyak tertekan dalam laga ini.

Atlet kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 22 Oktober 1996 ini kalah 18-21, 21-18, dan 23-25 dalam laga berdurasi 74 menit tersebut.

Ini menjadi kekalahan keenam Anthony dari tunggal putra peringkat 16 itu dalam sembilan laga terakhir.

Pada pertemuan sebelumnya di All England 2019, Anthony juga kalah rubber game, dengan skor 18-21, 21-13, dan 11-21.

"Tentunya kecewa dengan hasil ini karena masih belum bisa melewati dia di dua pertemuan terakhir," ujar Anthony Sinisuka Ginting dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (24/4/2019).

"Tadi waktu poin kritis, kelihatan sama-sama tegang, karena satu poin itu menentukan. Saya sempat leading dan match point, tapi saya belum bisa kontrol," sambungnya.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, terhenti di babak pertama Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019 setelah kalah dari Angus Ng Ka Long (Hong Kong), Rabu (24/4/2019). [Humas PBSI]

Kekalahan ini membuat konsistensi Anthony dipertanyakan. Pasalnya, sebelum bertolak ke Wuhan, Anthony berhasil menjadi runner-up di Singapore Open 2019, pertengahan April lalu.

Selain Anthony, sektor tunggal putra Indonesia juga harus kehilangan Jonatan Christie. Jonatan terhenti di babak pertama kejuaraan Asia ini usai kalah dari wakil Jepang, Kenta Nishomoto, dengan skor 21-18, 19-21, dan 10-21.