Suara.com - Jorge Lorenzo tengah berada di periode sulit dalam kariernya bersama tim Repsol Honda. Meski begitu, pebalap Spanyol mendapat pujian karena tetap termotivasi untuk mencari solusi terbaik.
Lorenzo memutuskan untuk terbang ke Jepang setelah kembali mendapatkan hasil buruk pada balapan di MotoGP Italia 2019, Minggu (2/5/2019).
Kedatangannya ke Negeri Sakura tak lain untuk berinteraksi langsung dengan teknisi tim Repsol Honda, demi menemukan solusi dari masalah motor RC213V miliknya.
Inisiatif Lorenzo itu mendapat pujian dari Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig. Ia menilai peraih tiga gelar juara dunia MotoGP itu masih punya motivasi tinggi meski tengah dalam situasi terpuruk.
"Dia tetap fokus dan tetap termotivasi, dan itu penting," ujar Alberto Puig seperti dilansir dari Crash, Kamis (6/6/2019).
"Serta penting juga untuk memeriksa kemajuan yang kita buat dalam aspek mesin di lintasan Ducati (Sirkuit Mugello), yang memiliki karakter kuat dan cepat," sambungnya.
Puig menjelaskan jika kedatangan Lorenzo ke Jepang salah satunya untuk memperbaiki masalah ergonomi pada motor RC213V yang hingga kini masih dinilai tak selaras dengan gaya balap sang rider.
Ia berahrap Lorenzo bisa terus berjuang, dan segera menemukan setingan motor terbaik, sehingga bisa kembali tampil cepat selayaknya di Yamaha dan periode terakhirnya di Ducati.
"Jorge masih berjuang, dia perlu menemukan kompromi dengan motoronya. Dan hal itu perlu terus dikerjakan," pungkasnya.
Baca Juga: Motor Kurang Nyaman, Jorge Lorenzo Tak Pulang ke Rumah
Selama kedatangannya ke paddock Honda pada awal musim, Lorenzo tak pernah benar-benar bisa memberikan kesan positif bagi pabrikan Jepang tersebut.
Di enam seri awal MotoGP 2019, rider berjuluk X-Fuera itu bahkan tak sekalipun berhasil finis dalam posisi 10 besar.
Hasil itu membuatnya kini tercecer di peringkat 14 klasemen sementara perebutan juara dunia, dengan raihan 19 poin, atau terpaut 96 poin dari rekan satu timnya, Marc Marquez yang berdiri kokoh di posisi puncak.
Berita Terkait
-
Jorge Lorenzo Ungkap Nama-nama Jagoannya di MotoGP 2026
-
4 Pembalap Ini Jadi Jagoan Jorge Lorenzo Juara Dunia MotoGP 2026
-
Makin Berkembang, Jorge Lorenzo Klaim Aprillia Bisa Bersaing dengan Ducati
-
Kembali ke Mandalika, Jorge Lorenzo Bicara Tentang Kecepatan, Strategi, dan Hidup Setelah MotoGP
-
Honda: Ducati Beruntung Punya Marc Marquez
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras