Syaiful Rachman | Arief Apriadi
Jum'at, 28 Juni 2019 | 19:32 WIB
Pasangan ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, menang atas pasangan China, Dong Wenjing/Feng Xueying, di babak kedua Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019, Kamis (25/4). [Humas PBSI]

Suara.com - Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta mendapat lampu hijau mengikuti Kejuraaan Dunia 2019. PBSI berharap pasangan ganda putri itu bisa membuktikan diri.

Della/Rizki merupakan pasangan lama yang kini disatukan kembali. Keduanya sempat dipecah pelatih Eng Hian lantaran dinilai tak tampil konsisten.

Susy Susanti selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, menjelaskan jika diikutkannya Della/Rizki ke Kejuaraan Dunia 2019 bukan tanpa alasan.

PBSI, kata Susy, ingin memberi kesempatan kedua bagi pasangan ganda putri peringkat 17 dunia itu untuk membuktikan diri di level tertinggi.

"Ini ibaratnya kesempatan kedua untuk Della/Rizki. Ini seperti Hendra (Setiawan)/(Mohammad) Ahsan, keduanya sempat berpisah, bergabung lagi dan justru tampil bagus," kata Susy Susanti di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (28/6/2019).

"Siapa tahu Della/Rizki juga ada kerinduan, tambah semangat dan bisa comeback membuktikan prestasi," sambungnya.

Setelah lama berpisah, Della/Rizki kembali dipasangkan pada turnamen Tong Yun Kai Cup 2019. Sempat kembali dirombak, keduanya mulai kembali berpartner di Badminton Asia Championships 2019 pada akhir April lalu.

Susy menilai pasangan peraih dua medali perunggu Kejuaraan Asia (2018, 2019) itu sejatinya punya potensi untuk masuk ke jajaran ganda putri elit. Dasarnya, Della/Rizki kerap kali menumbangkan pasangan peringkat atas dunia.

Salah satu pasangan ganda putri elit yang dibuat pontang-panting oleh Della/Rizki adalah Chen Qingchen/Jia Yifan (China). Peraih gelar juara All England 2019 itu hingga kini kalah head-to-head 1-3.

"Kalau menurut pandangan saya, Della/Rizki ini pasangan yang beberapa kali mengalahkan wakil unggulan. Nah kita ingin coba jika selama ini kekompakannya kurang di lapangan, lalu kita coba lagi siapa tahu apakah bisa lebih baik," pungkas peraih medali emas Olimpiade 1992 itu.

Kejuaraan Dunia 2019 akan berlangsung di Basel, Swiss, 19-25 Agustus 2019.