Sport / Raket
Kamis, 08 Agustus 2019 | 12:41 WIB
Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi penentu kemenangan Tim Indonesia atas China Taipei di perempat final Piala Sudirman 2019, Jumat (24/5). [Humas PBSI]

Suara.com - Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan menampik anggapan kegagalan meraih gelar di Japan Open 2019 membuat semangatnya mengendur.

Menurut partner Melati Daeva Oktavianti itu, ia justru merasa lebih termotivasi untuk membuktikan diri bahwa sejatinya mampu meraih hasil maksimal alias juara.

Seperti dikethaui, Praveen/Melati mencatatkan hasil kurang sempurna di gelaran Japan Open 2019.

Sudah berhasil masuk final, keduanya harus puas jadi runner-up setelah takluk dari Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (China).

Ini menjadi final antiklimaks keempat yang dialami Praveen/Melati sepanjang 2019.

Pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. [Dok. PBSI]

Sebelumnya, peringkat enam dunia itu juga harus puas duduk di podium kedua pada India Open, New Zealand Open, dan Australia Open.

"Ini bukan menjadi beban ya. Justru saya ingin membuktikan. Masa sih tidak bisa tembus-tembus (jadi juara)," ujar Praveen Jordan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

"Hasil ini lebih ke motivasi saja. Masa saya dan Melati tidak bisa sih. Kita harus tetap fight, itu yang terpenting," sambungnya.

Baca Juga: 5 Berita Olahraga Terkini: Atlet Terlibat Judi Online, Fakta Si Leher Beton

Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. [Suara.com/Arief Apriadi]

Setelah mengikuti tiga rangkaian tur Asia—Indonesia Open, Japan Open, dan Thailand Open—Praveen/Melati bakal ikut ambil bagian di gelaran akbar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019.

Pada kejuaraan yang berlangsung di Basel, Swiss pada 19-25 Agustus mendatang, Praveen/Melati menjadi unggulan keenam dan mendapat bye atau langsung lolos ke babak kedua.

Load More