Suara.com - Legenda olahraga Indonesia, Krisna Bayu mengaku sangat kaget mendengar kabar terseretnya Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora untuk KONI.
Imam Nahrawi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penetapan itu dilakukan KPK melalui konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (18/9/2019).
"Saya sangat syok saja, sangat syok," ujar Krisna Bayu legenda judo Indonesia yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Sambo, saat dihubungi Suara.com, Rabu (18/9/2019) malam WIB.
"Salah satu cabang olahraga yang diterima oleh Pak Menteri malam kemarin (Selasa) kan cuma cabor saya ini, olahraga sambo."
"Tiba-tiba belum genap 24 jam, sudah ada info dia jadi tersangka. Saya sangat kagetlah," sambungnya.
Menurut Krisna, cabor sambo yang diketuainya baru saja mendapat dukungan dari Imam Nahrawi. Hal itu setelah Tim Sambo Indonesia sukses meraih prestasi di ajang internasional.
Pada Kejuaraan olahraga Sambo se-Asia di India pada 11-16 September lalu, Tim Sambo Indonesia meraih tiga medali emas, satu perak dan tiga perunggu.
Sementara saat mengikuti Kejuaraan Dunia di Korea Selatan 1-6 September 2019, kontingen Indonesia merebut 1 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Saat itu, kata Krisna, Tim Sambo Indonesia diterima Imam Nahrawi di rumah dinasnya di komplek Widya Chandra, Senayan, Jakarta, Selasa (17/9/2019) pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Pamit, Mantan Menpora Imam Nahrawi: Semoga Pengganti Saya Lebih Suci
"Beliau sangat mendukung atlet-atlet kami yang kemarin juara asia. Diterima beliau. Beliau sangat hangat. Tiba-tiba jadi tersangka. Waduh saya ini benar-benar syok lah ini," beber mantan atlet judo yang sempat mengikuti tiga gelaran Olimpiade (1996, 2000, dan 2004).
"Tapi bila sudah jadi ketentuan hukum, saya sebagai masyarakat biasa juga menghormati hukum yang ada. Dengan kondisi seperti ini saya yakin semuanya (sistem keolahragaan) akan tersendat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Diramaikan Sandiaga Uno, Ajang Lari 5K di Senayan Kampanye 10 Ribu Langkah Per Hari
-
Campus League 2026 Jakarta: Binus dan UPH Sapu Bersih Tiket Final Putra-Putri
-
Aidan Heslop dan Jonathan Paredes Tampil Spektakuler di Red Bull Cliff Diving World Series Bali 2026
-
Alwi Farhan Singkirkan Unggulan Pertama, Lolos ke Perempat Final Singapore Open 2026
-
Marc Marquez Sebut Cedera Saraf Lebih Mengerikan dari Patah Tulang
-
Marco Bezzecchi: Mimpi Bagi Semua Pembalap Bisa Menang di Muggello
-
Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di MotoGP Italia 2026
-
Marc Marquez Fokus Cari Kenyamanan saat Comeback di MotoGP Italia 2026
-
Hasil Singapore Open 2026: Kalahkan Wakil Denmark, Fajar/Fikri Lolos ke Perempatfinal
-
Hilang Fokus, Sabar/Reza Tersingkir di Babak 16 Besar Singapore Open 2026