Suara.com - Pembalap tim Repsol Honda Jorge Lorenzo melayangkan sindiran kepada petinggi timnya pasca dirinya tampil jeblok di MotoGP Aragon pekan lalu.
Eks pembalap Yamaha ini hanya mampu finis nomer dua dari belakang, tepat di depan pembalap asal Malaysia Hafizh Syahrin.
Ia pun melontarkan kritik terhadap motor balapnya, di mana kritik serupa juga kerap didengungkan oleh pembalap tim LCR Honda, Cal Crutchlow.
Mereka berdua merasa bahwa motor mereka musim ini sulit digunakan untuk berbelok, membuat motor ini hanya bisa ditaklukkan oleh Marquez.
"Saya berbicara dengan Takeo (Takeo Yokoyama, Direktur Teknis Honda), jelas bahwa untuk menggali lebih banyak tenaga maka motor baru musim depan bakal mempunyai masalah saat digunakan untuk berbelok. Marc bisa mengambil keuntungan dari hal ini." ujar Lorenzo dikutip dari Crash.
"Namun saat melakukan tes di Jerez, saya melihat sesuatu yang hilang. Saya memberitahu para teknisi namun sudah terlambat kami harus balapan dengan mesin ini. Tentu itu benar bahwa motor ini disesuaikan untuk pembalap tercepat, yakni Marquez. Namun Honda adalah tim besar, mereka bisa saja memuaskan dua pembalapnya di banyak area. Saya harap demikian musim depan."
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar