Suara.com - Sebagai negara tempat lahirnya beberapa pabrikan otomotif terkemuka seperti Toyota, Honda, Suzuki maupun Kawasaki, Jepang tentu begitu lekat dengan iklim balap.
Untuk menampung minat balap anak muda di sana, dibangunlah sirkuit-sirkuit bertaraf internasional, salah satunya yang melegenda tentu saja Sirkuit Suzuka.
Sirkuit tersebut menjadi favorit pembalap-pembalap di Formula one (F1). Bahkan, gelaran Grand Prix F1 tak pernah absen dihelat di sirkuit itu sejak tahun 1987 silam.
Meski menjadi favorit di ajang jet darat, namun MotoGP tak mau lagi menggunakan Sirkuit Suzuka sejak 2003 silam. Mereka memilih sirkuit Motegi sebagai ganti Suzuka.
Ada alasan yang bikin merinding yang membuat mereka tak lagi memakai sirkuit sepanjang 5,8 kilometer itu.
Banyaknya pembalap yang meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi di sirkuit itu membuat banyak penggemar balap menilai bahwa sirkuit itu angker.
Sebagai informasi, di tahun 2003, pembalap kebanggaan Negeri Sakura, Daijiro Kato meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan parah di sirkuit kebanggaan Jepang itu.
Pada tahun 2014, pembalap muda binaan Ferrari, Jules Bianchi juga mengalami kecelakaan parah di sirkuit Suzuka. Dalam keadaan hujan deras, saat menikung, mobilnya hilang kendali dan menabrak crane yang digunakan untuk mengangkat mobil pembalap Adrian Sutil.
Tikungan-tikungan yang ada di Suzuka dianggap tidak cocok dan membahayakan pembalap dalam gelaran MotoGP.
Baca Juga: Formula 1: Bottas Diisukan Diganti Ocon, Villeneuve Sinis
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026