Suara.com - Duel 'perang saudara' di sektor tunggal putra Indonesia akhirnya dimenangkan Anthony Sinisuka Ginting. Ia berhasil mengalahkan Jonatan Christie dan berhak melaju ke babak final Hong Kong Open 2019.
Bermain di Hong Kong Coliseum, Anthony mengalahkan rekan sepelatnasnya itu melalui pertarungan rubber game dengan skor 22-20, 13-21, 21-18.
Laga berlangsung ketat khususnya di game pertama. Anthony sempat unggul jauh 11-1 saat jeda interval. Namun, Jojo--sapaan akrab Jonatan--secara luar biasa mampu tampil mengesankan hingga memaksa skor sempat sama kuat 18-18.
Jonatan bahkan kembali meladeni Anthony hingga membuat kedudukan sama kuat 20-20 sebelum akhirnya Anthony sukses mengunci kemenangan 22-20.
Jonatan bangkit di game kedua. Ia memimpin perolehan skor cukup jauh berkat kesalahan-kesalahan yang dibuat Anthony.
Sementara di awal game ketiga pun peraih medali emas Asian Games 2018 itu sudah unggul 13-6 dari Anthony.
Namun, pebulutangkis 23 tahun itu enggan menyerah dan menyusul perolehan poin Jojo hingga sama kuat 18-18. Kondisi itu membuat Anthony berada di atas angin hingga sukses mencetak tiga poin beruntun berkat permainannya yang lebih agresif.
"Saya selalu berpikir walaupun skornya ketat, fokus jangan sampai hilang. Kunci kemenangan saya itu setelah interval game ketiga, saya coba terapkan kontrol balik serang. Memang lebih agresif mainnya," ujar Anthony dalam rilis yang diterima Suara.com, Minggu (17/11/2019).
"Dari cara main memang berubah. Di awal permainan kan saya mengikuti mainnya Jojo, memang kami sama-sama tidak bisa mematikan. Pada game ketiga saya lebih nekat menyerang. Hasilnya tembus atau tidak yang penting berani dulu di akhir-akhir game itu," sambungnya.
Baca Juga: Jadwal Final Hong Kong Open 2019: Indonesia Berpeluang Raih 2 Gelar
Di babak final, Anthony akan menghadapi wakil tuan rumah, Lee Cheuk Yiu. Kedua pemain sudah lama tidak pernah bertemu, pertemuan terakhir terjadi di turnamen Hong Kong Open 2015, kala itu Anthony menang 21-19, 11-21, 21-12.
"Saya sudah lama tidak ketemu dia, waktu di kelas junior kami satu angkatan. Saya harus mewaspadai lawan, dan akan mempelajari permainannya," pungkas Anthony.
Berita Terkait
-
Jadwal Final Hong Kong Open 2019: Indonesia Berpeluang Raih 2 Gelar
-
Hasil Lengkap Semifinal Hong Kong Open 2019: 2 Wakil Indonesia ke Final
-
Hong Kong Open 2019: Hafiz / Gloria Tak Kuasa Menahan Serangan Ganda Jepang
-
Hong Kong Open 2019: Pulangkan Wakil China, Hendra / Ahsan ke Final
-
Balas Kekalahan dari Antonsen, Jojo Klaim Menang Mental
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati