Rizki Nurmansyah
Selasa, 10 Desember 2019 | 15:51 WIB
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menghadiri sosialisasi program Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) di Wilayah Perbatasan yang digelar di Pondok Pesantren An Nasuha, Desa Kalimukti, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Selasa (29/10/19). [Humas Jabar/Dudi]

Suara.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum angkat bicara terkait kepulangan atlet penyumbang medali emas Indonesia, Muhammad Taufik, yang menggunakan angkutan umum saat menuju kampung halaman di Tasikmalaya.

Taufik diketahui baru saja selesai mengikuti ajang SEA Games 2019 Filipina. Di multievent dua tahunan itu ia tak hanya menyumbang medali emas, namun juga medali perunggu.

Medali emas SEA Games 2019 diraih Taufik dari cabang modern pentathlon nomor lomba 1 beach laserrun.

Sedangkan medali perunggu direbutnya dari kategori 2 beach triathle atau renang lari menembak.

Sekembalinya di Tanah Air, Taufik sempat diantarkan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dari Jakarta hingga Bandung.

Atlet modern pentathlon Indonesia, Muhammad Taufik. [Instagram/kemenpora]

Selanjutnya dari Bandung menuju kampung halamannya di Tasikmalaya, ia menggunakan angkutan umum.

Menanggapi hal ini, Uu menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa kepulangan Taufik, Senin (9/12/2019) malam, yang harus menggunakan angkutan umum dari Bandung menuju Tasikmalaya.

Beruntung, di tengah perjalanan, Polres Tasikmalaya menjemput Taufik dengan menggunakan pengawalan.

"Saya sebagai Wakil Gubernur Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Atlet yang telah harumkan nama bangsa ternyata pulang harus naik angkutan umum. Saya sesalkan kejadian ini terjadi," ucap Uu kepada wartawan, Selasa (10/12/2019), dikutip dari Ayotasik.com—jaringan Suara.com.

Pihaknya, kata Uu, akan berkordinasi dengan KONI dan dinas terkait agar hal ini tidak terulang.