Suara.com - Tangis Mike Tyson tak terbendung saat wawancara dalam podcast-nya dengan petinju legendaris Sugar Ray Leonard.
Petinju berjuluk Si Leher Beton tak kuasa menahan air matanya yang bercucuran saat mengenang rasa sakit setelah pensiun.
Mike Tyson mengaku merasa 'kosong' selama bertahun-tahun usai pensiun, setelah sebelumnya jadi petinju paling ditakuti di planet bumi.
"Saya tahu seni bertarung, seni berperang. Itulah kenapa saya begitu ditakuti," kata pria yang kini berusia 53 tahun.
"Petinju lain takut pada saya ketika di atas ring karena saya seorang eksekutor. Saya terlahir sebagai eksekutor," sambungnya.
"Sekarang hari-hari itu hilang. Saya kosong, bukan siapa-siapa. Itulah kenapa saya menangis, karena saya bukan orang itu lagi dan saya merindukannya," tandas Mike Tyson.
Mike Tyson memulai karier tinju profesional pada 6 Maret 1986 saat usianya masih 18 tahun 249 hari.
Dia menang TKO ronde pertama dalam debutnya melawan Hector Mercedes.
Pamor Si Leher Beton terus menanjak, dan puncaknya saat menang TKO ronde kedua atas juara bertahan kelas berat WBC, Trevor Berbick, 22 November 1986.
Baca Juga: Bejat! Pelatih Bulutangkis Sodomi 6 Murid
Kemenangan itu membuat Mike Tyson menjadi juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah tinju dunia.
Berita Terkait
-
MotoGP Jadi 'Korban' Virus Corona dan 4 Berita Olahraga Terpopuler Lainnya
-
MotoGP Kena Imbas Virus Corona, Khabib Tantang Legenda Tinju Dunia
-
Usai Lawan Joshua, Fury Diminta Pensiun, Istri: Tinju Olahraga Berbahaya
-
Kesal Pelatih Lempar Handuk, Wilder: Mati Lebih Baik daripada Kalah
-
Wilder Salahkan Kostum Usai Kalah TKO dari Fury, Promotor: Statement Bodoh
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras
-
Bogor Hornbills Tak Gentar Hadapi Nama Besar Pelita Jaya di Final IBL 2026
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia