Rizki Nurmansyah
Sabtu, 29 Februari 2020 | 07:42 WIB
Petinju kelas berat AS, Deontay Wilder. [AFP]

Suara.com - Frank Warren, promotor Tyson Fury, menanggapi pernyataan Deontay Wilder yang menyalahkan kostum khususnya sebagai penyebab kekalahan dari Fury.

Dalam kejuaraan tinju dunia yang berlangsung, Sabtu (22/2/2020) lalu, Deontay Wilder masuk ke ring dengan mengenakan kostum yang terbilang glamor.

Tak hanya itu, kostum tersebut juga dilaporkan memiliki berat hingga 18 kg. Beban berat itulah yang dijadikan Wilder sebagai alasan underperform.

Khususnya berdampak pada pergerakan kaki yang menjadi lambat, dan berakhir pada kekalahan TKO ronde ketujuh dari Tyson Fury.

Petinju AS Deontay Wilder (kiri) terjatuh usai terkenal pukulan lawannya dari Inggris, Tyson Fury, dalam duel di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Sabtu (22/2/2020). [AFP/Mark Ralston]

Warren menyebut alasan Wilder hanya mengada-ada. Ia berharap petinju 34 tahun ini bisa menerima kekalahan secara ksatria.

"Saya rasa Wilder telah membuat beberapa statement bodoh," kata Warren dikutip Suara.com dari The Telegraph.

"Saya berharap Wilder bisa menerima kekalahan seperti yang seharusnya," tambahnya.

"Semua omong kosong tentang alasan kostum tersebut adalah sampah," tukas Warren, geram.

Promotor Frank Warren mencoba menengahi juara dunia kelas berat WBC, Deontay Wilder (kiri) yang nyaris baku hantam dengan penantangnya, Tyson Fury (kanan), dalam konferensi pers di London, Inggris, Senin (1/10/2018]. [AFP/Daniel Leal-Olivas]

Duel Deontay Wilder vs Tyson Fury akhir pekan lalu merupakan duel ulang setelah pada pertemuan pertama, 1 Desember 2018, kedua petinju bermain imbang.

Read more...