Suara.com - Bolehkah menyebut "Jos The Boss" buat menyatakan serunya Jos Vestappen dari tim Aston Martin Red Bull Racing untuk "mencuat" di antara dominasi tim Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas yang memenangi posisi satu dan tiga di balap Formula One atau F1 GP Hungaria? Semoga ini awal yang bagus bagi keberadaan para driver muda di pentas balap jet darat.
F1 GP Hungaria yang berlangsung akhir pekan kemarin (19/7/2020) di Sirkuit Hungaroring menyajikan drama cukup seru. Seperti dinyatakan Honda sebagai pemasok mesin tim Aston Martin Red Bull Racing dan Scuderia AlphaTauri.
"Menyalip di trek Sirkuit Hungaroring susah, sehingga posisi grid menjadi hal sangat penting," papar Toyoharu Tanabe, Technical Director Honda Racing F1.
Itu sebabnya, strategi pit stop juga turut memegang peranan di Sirkuit Hungaroring, berangkat dari pandangan teknis bahwa trek ini termasuk salah satuyang dikenal cukup sulit untuk menyalip.
Sebagaimana rilis yang diterima Suara.com, Honda menyebutkan bahwa tim Aston Martin Red Bull Racing memperlihatkan kinerja yang baik dalam melakukan pit stop untuk kedua pembalapnya dalam 30 detik. Atau dengan kata lain, tim ini berhasil menunjukkan kerja tim yang luar biasa.
Hal senada juga disorot laman resmi balap ini, Formula 1. Dalan laman media sosial Instagram yang tayang tujuh jam lalu, diunggah birdview kinerja pit stop tim di mana Max Verstappen bernaung.
"Miracle workers! Mekanik Red Bull cuma perlu 20 menit untuk membereskan wing depan dan suspensi tunggangan Max setelah ia mengalami crash menuju grid. Mereka berhasil dan Max memberikan hadiah dengan finish P2," demikian ditulis Formula 1.
Di balapannya sendiri, Max Verstappen melaukan start di urutan ketujuh, dan berhasil menyodok ke urutan ketiga pada lap pertama. Kemudian di lap keempat, lajang dengan dwi kewarganegaraan Belanda dan Belgia ini melakukan pit stop untuk mengganti ban dan berhasil mengamankan posisi kedua.
Dan hasil akhir, Max Verstappen berhasil mengamankan posisi kedua dengan catatan waktu 1 jam 36 menit 21.175 detik. Sementara rekan setimnya, Alex Albon berhasil finish di posisi kelima dengan catatan waktu 1 jam 37 menit 30.789 detik.
Baca Juga: Max Verstappen Bantah Gantikan Vettel di Ferrari
Dengan hasil finish kedua driver ini, tim Aston Martin Red Bull Racing berhasil menempati posisi kedua untuk klasemen sementara konstruktor dengan total perolehan poin sebanyak 55 poin. Siap membayangi tim Mercedes (122) dan telah mengungguli McLaren (41) yang berada di posisi ketiga.
Tag
Berita Terkait
-
Gara-Gara Ban, Verstappen Kehilangan Kemenangan di Balapan NLS2 Nurburgring
-
Bongkar Total Biaya 10 Tahun Kepemilikan Honda Brio vs BYD Atto 1, Mana Paling Hemat?
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas
-
Harga Honda PCX 2025 Bekas, Seberapa Murah Dibanding yang Baru?
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya