Suara.com - Valentino Rossi tak pernah menyangka setelah ia mendirikan Akademi Pebalap VR46 pada 2013 silam suatu ketika anak-anak didiknya bakal mengalahkannya di balapan, dan pebalap veteran asal Italia itu berkelakar menyesalinya.
Di MotoGP San Marino yang digelar di Sirkuit Misano, pebalap tim Monster Energy Yamaha itu menyaksikan kedua murid jebolan akademinya, Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia keluar sebagai juara dan runner-up.
Itu merupakan kemenangan pertama bagi Morbidelli di kelas premier sedangkan Bagnaia, yang kembali membalap setelah absen tiga balapan karena cedera tulang kering, bertarung habis-habisan dengan kondisi yang belum 100 persen fit hingga upayanya terbayar dengan podium pertamanya setelah dua musim di MotoGP.
Morbidelli menjalani debut MotoGP pada musim 2018 sebagai juara dunia Moto2, sekaligus menjadi pebalap pertama dari Akademi VR46 rintisan Rossi yang naik ke kelas premier. Bagnaia menyusul kompatriotnya dari Italia itu ke MotoGP satu musim berselang setelah merebut titel Moto2 2018.
Sementara itu Rossi, mengenakan helm dengan desain bertema obat kuat viagra untuk balapan di kandangnya itu, cukup ketat memberi perlawanan.
Namun sayang, ia gagal berpesta bersama Morbidelli dan Bagnaia di mimbar setelah disalip pebalap Suzuki Joan Mir di lap terakhir dan harus puas finis P4.
"Sangat disayangkan, karena podium ini selalu spesial, terlebih di Misano. Berbagi podium dengan Franco dan Pecco seperti satu balapan di ranch," kata Rossi seperti dilansir laman resmi MotoGP.
"Aku melakukan kesalahan kecil, Mir sangat kuat di saat itu, dengan waktu lap yang baik di bagian akhir lomba dan pada akhirnya dia mampu mengalahkan aku, disayangkan karena tinggal dua kilometer lagi," kata Rossi yang finis 0,353 detik di belakang Mir atau 2,643 detik dari sang juara.
Meski demikian, juara dunia sembilan kali itu patut berbangga dengan anak-anak didiknya. Selain Morbidelli dan Bagnaia yang naik podium hari itu, Luca Marini dan Marco Bezzechhi mempersembahkan finis 1-2 bagi tim Sky Racing Team VR46 di kelas Moto2.
"Kami sangat bangga dengan para rider kami ini sesuatu yang sangat spesial, juga saudaraku (tiri) Luca dan Bez finis pertama dan kedua di Moto2, jadi bagi kami ini sesuatu yang tidak kami kira" kata The Doctor.
Baca Juga: Hasil MotoGP San Marino 2020: Kemenangan Perdana Franco Morbidelli
"Jujur ketika aku membalap di belakang Franco dan Pecco menyalipku, aku rasa bukan ide yang bagus mendirikan akademi ini," kata Rossi sambil tertawa.
"Tapi di sisi lain kami sangat, sangat bangga dari hasil kerja para rider kami," ujarnya menambahkan.
Setelah enam Grand Prix, Rossi berada di peringkat enam klasemen dengan raihan 58 poin, unggul hanya satu poin dari Morbidelli, sedangkan pucuk klasemen dihuni pebalap Ducati Andrea Dovizioso dengan 76 poin.
Rossi akan memiliki kesempatan bertarung lagi di Misano dengan anak-anak didiknya itu pekan depan di Grand Prix Emilia Romagna di saat juara bertahan Marc Marquez masih bakal absen karena memulihkan diri dari cedera lengan sejak seri pembuka di Spanyol.
Berita Terkait
-
Update Harga Motor NMAX Bekas Februari 2026: Mulai Rp15 Jutaan, Cek Pasaran Tahun 2015-2021!
-
4 Alasan NMAX Old Semakin Diburu Daripada Generasi Baru, Intip Harga Bekas Februari 2026
-
5 Motor Matic Adventure Selain NMAX dan PCX, Suspensi Belakang Empuk Buat Jalan Berlubang
-
Hijrah ke Mesin V4, Pembalap Yamaha Justru Kecewa dengan Performa Motornya
-
Daftar Harga Motor Matic 125cc Termurah hingga Termahal Saat Ini, Honda Meroket Tajam
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Jakarta Electric PLN Mobile Tumbangkan Medan Falcons di Putaran Kedua Proliga 2026
-
PB Djarum Gelar Kejuaraan Klub Mitra 2026: Adopsi Format Piala Thomas, Uber, dan Sudirman
-
Alasan Bank Jakarta Bantu Pelita Jaya Arungi IBL 2026
-
Bank Jakarta Gandeng Pelita Jaya, Targetkan Prestasi dan Sport Tourism
-
Jorge Martin Pulih dari Cedera, Siap Ikuti Tes MotoGP di Buriram
-
Satu Hati untuk Jakarta: Pelita Jaya dan Persija Resmi Berkolaborasi
-
Jelang GFNY Belitung 2026, Komunitas Roadbike Jakarta Gelar Group Ride 40 Km
-
Anthony Garbelotto Bongkar Kunci Kestaria Bengawan Solo Jungkalkan Dewa United
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Menggiurkan! BWF Ubah Aturan Bulu Tangkis: Jadwal Makin Padat, Hadiah Tembus Rp452 M