Suara.com - Red Bull dan AlphaTauri akan lanjut menggunakan power unit Honda mulai musim depan hingga akhir 2024 menyusul kesepakatan dengan Honda pada Senin (15/2/2021) meski pabrikan Jepang itu akan meninggalkan Formula 1 di pengujung tahun ini.
Honda telah mengamankan lima kemenangan Grand Prix dalam tiga tahun kemitraan mereka dengan kedua tim milik Red Bull itu, namun pada Oktober tahun lalu mereka mengumumkan akan hengkang dari F1 setelah musim 2021 usai untuk lebih fokus ke teknologi emisi nol.
Red Bull telah berbicara dengan Honda untuk mencari cara supaya mereka bisa tetap menggunakan teknologi mereka, ketimbang beralih kembali menggunakan power unit Renault.
Kemudian pada Jumat pekan lalu, FIA, F1 dan para tim sepakat membekukan pengembangan mesin mulai 2022 dan akhirnya Red Bull mendapat restu dari Honda untuk menggunakan mesin mereka sebelum power unit generasi baru diperkenalkan pada 2025.
Red Bull juga telah mendirikan fasilitas baru untuk membangun powertrain mereka sendiri yang akan beroperasi di markas mereka di Milton Keynes, Inggris.
"Kami telah membahas topik ini dengan Honda untuk beberapa waktu dan menyusul keputusan FIA untuk membekukan pengembangan power unit mulai 2022, kami setidaknya bisa meraih kesepakatan terkait kelanjutan penggunakan power unit hybrid Honda," kata penasihat Red Bull Motorsport Helmut Marko seperti dikutip laman resmi F1.
"Kami bersyukur atas kolaborasi Honda dalam hal ini dan atas bantuannya memastikan Red Bull Racing dan Scuderia AlphaTauri terus memiliki power unit yang kompetitif."
Bos tim Red Bull Christian Horner sempat kecewa mendengar keputusan hengkang Honda sebagai pemasok mesin mereka di saat kedua pihak merasakan manisnya kolaborasi di ajang jet darat namun bisa berlega hati melihat kesepakatan yang baru.
"Kesepakatan ini menjadi langkah signifikan bagi Red Bull dalam perjalanannya di F1," kata Horner.
Baca Juga: Top 5 Sport: Kondisinya Mengejutkan, Begini Perkembangan Cedera Marquez
"Honda telah melakukan investasi yang sangat banyak di teknologi hybrid untuk memastikan pasokan power unit yang kompetitif bagi kedua tim.
"Sementara itu, kami akan sangat fokus meraih hasil sebaik mungkin dalam musim terakhir Honda sebagai pemasok ofisial power unit."
Sebelumnya, Honda untuk pertama kalinya kembali ke F1 era sekarang bersama McLaren pada 2015, yang kurang memuaskan bagi kedua pihak.
Sedangkan Red Bull berpisah dengan Renault untuk beralih ke mesin Honda pada 2019 setelah didera masalah reliabilitas dengan mesin buatan pabrikan Prancis tersebut.
Mesin Renault menjadi satu-satunya alternatif bagi Red Bull jika kesepakatan baru dengan Honda gagal terwujud.
Dengan kesepakatan baru itu maka F1 akan masih memiliki empat mesin yang berkompetisi tahun depan yaitu Mercedes, Ferrari, Renault dan Honda. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Kimi Antonelli Juara GP Monaco 2026, Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen F1
-
Mobil F1 Kini Jadi Sandal? Crocs dan Red Bull Racing Bikin Gebrakan Unik
-
Kimi Antonelli Waspadai Ancaman Ferrari pada GP Monako 2026
-
Tampil Sensasional, Kimi Antonelli Merendah soal Peluang Juara Dunia F1 2026
-
Aidan Heslop dan Jonathan Paredes Tampil Spektakuler di Red Bull Cliff Diving World Series Bali 2026
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Singkirkan Justin Hoh, Ubed Penuhi Target Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Faktor Kenyamanan Bantu Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
-
Rehan/Gloria Akui Kurang Sabar saat Tersingkir di Perempat Final Australian Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur
-
Tembus Perempat Final, Ana/Trias Berambisi Juara Australian Open 2026