- Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, memecahkan rekor sebagai pole sitter termuda sepanjang sejarah F1 di China.
- Antonelli, pembalap Italia berusia 19 tahun, mencatat waktu tercepat mengalahkan rekan setimnya George Russell.
- Fokus utama Antonelli setelah mencetak rekor adalah memastikan start yang bersih dan mengelola ban pada balapan utama.
Suara.com - Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, mencatat sejarah baru di ajang Formula 1 setelah menjadi pole sitter termuda sepanjang sejarah pada sesi kualifikasi Grand Prix China.
Antonelli, asal Italia, mencatatkan waktu tercepat 1 menit 32,064 detik, unggul 0,222 detik dari rekan setimnya, George Russell, yang harus memulai balapan dari posisi kedua.
Dengan pencapaian ini, Antonelli memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Sebastian Vettel saat meraih pole position pada Grand Prix Italia 2008 pada usia 21 tahun 73 hari. Antonelli kini mencatat rekor baru di usia 19 tahun enam bulan 17 hari.
“Saya merasa sangat senang. Ini sesi yang bagus dan cara yang baik untuk menutup hari setelah Sprint yang cukup sulit,” kata Antonelli seperti dikutip dari laman resmi Formula 1.
Meski meraih rekor bersejarah, Antonelli menekankan fokusnya tetap pada balapan utama yang akan digelar besok.
“Tentu ada banyak antusiasme, tapi fokus saya sudah ke balapan besok karena ada peluang besar dan saya ingin memaksimalkannya,” ujarnya.
Pada Q3, Antonelli berhasil menjaga konsentrasi meski melihat Russell sempat mengalami masalah teknis di lintasan. Ia tetap tenang untuk memastikan putaran terbaiknya.
“Saya melihat dia mengalami masalah, tapi saya mencoba tetap fokus, tetap tenang, dan berusaha mencatatkan putaran yang bagus. Pada akhirnya itu berhasil,” ujar Antonelli.
Melihat balapan, Antonelli menilai start akan menjadi kunci, apalagi setelah pengalaman start yang kurang mulus di Sprint Race sebelumnya.
Baca Juga: Jelang F1 GP China 2026: 4 Tim Ini Berpeluang Raih Kemenangan
“Saya rasa start akan menarik. Saya akan mencoba tidak membuatnya terlalu rumit, hanya ingin melakukan start yang bersih karena kecepatan mobil cukup baik,” ucapnya.
Antonelli juga menyoroti manajemen ban sebagai tantangan utama dalam balapan.
“Kami juga harus mengelola ban sebaik mungkin karena graining bisa cukup parah. Jadi saya akan berusaha mengatasinya. Tapi yang paling penting adalah start yang bersih, lalu kita lihat bagaimana jalannya balapan,” pungkasnya.
(Antara)
Berita Terkait
-
Jelang F1 GP China 2026: 4 Tim Ini Berpeluang Raih Kemenangan
-
4 Juara Dunia F1 Belum Cukup, Max Verstappen Incar Nurburgring 24 Jam
-
Mercedes-Benz Club Bekasi Raya Gelar Musda dan Tunjuk Presiden Baru
-
BYD Siap Guncang Dunia Balap, Formula 1 dan WEC Jadi Target Utama?
-
Jadwal F1 GP China 2026: Apakah Kemenangan Mercedes Berlanjut ke Shanghai?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Ruichang China Masters 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Satu-satunya Wakil Merah Putih di Final
-
Swiss Open 2026: Lolos ke Final, Putri KW Ingin Buktikan Masih Layak Juara
-
PB ORADO Apresiasi Antusiasme Kejurcab Domino Bandar Lampung
-
Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing
-
Pecahkan Rekor Dunia, Atlet Kriket Indonesia Terima Sertifikat Guinness World Records
-
Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open
-
Anggap Semua Laga bak Final, Ini Resep Rahasia Anthony Ginting ke Perempat Final Swiss Open 2026
-
Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet
-
Go Internasional! Byon Combat akan Digelar di Malaysia untuk Kali Pertama
-
Daftar Pemain Tim Merah untuk IBL All-Star 2026, Andakara Prastawa Dhyaksa Jadi Kapten