Suara.com - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach memastikan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak akan jadi syarat wajib untuk atlet yang berkompetisi di Olimpiade Tokyo.
Hal itu disampaikan Thomas Bach pada Jumat (12/3/2021) sebagai respons dari lambatnya peluncuran vaksin Covid-19 di Jepang.
Jika negara tuan rumah Olimpiade itu mengalami penundaan dalam mendapatkan vaksin, maka ada kemungkinan beberapa atlet Jepang tidak mendapat vaksinasi sebelum ajang bergengsi tersebut dimulai pada 23 Juli.
Bach mengatakan IOC telah "menjelaskan sejak awal" bahwa mereka tidak akan memberlakukan kewajiban untuk vaksinasi, dan akan mengikuti pedoman pemerintah mengenai masalah tersebut.
"Para atlet dan panitia Olimpiade nasional harus mengikuti peraturan nasional tentang vaksinasi. Ini jelas tanggung jawab pemerintah, dan dalam hal itu, kami tidak akan ikut campur," kata Bach dikutip Antara dari kantor berita Kyodo, Sabtu (13/3/2021).
"Kami akan bekerja dengan NOC untuk mendapatkan sebanyak mungkin peserta yang divaksinasi, tetapi selalu mengikuti pedoman nasional yang relevan," ujar Bach.
Jepang akan menerima sekitar 100 juta dosis vaksin COVID-19 dari Pfizer pada Mei dan Juni, yang dinilai cukup untuk hampir setengah dari populasinya, menurut pemerintah Jepang.
Sebelumnya, Bach mengungkapkan Komite Olimpiade China telah menawarkan untuk memberikan dosis vaksin bagi para atlet di Olimpiade Tokyo, yang telah ditunda setahun karena pandemi virus corona, serta Olimpiade Musim Dingin Beijing tahun depan.
IOC dan empat badan penyelenggara lainnya telah sepakat untuk membuat keputusan tentang kehadiran penonton dalam pertandingan pada akhir bulan ini, tetapi pemerintah Jepang memutuskan untuk membuat pengecualian bagi penonton dari luar negeri, menurut pejabat yang mengetahui masalah tersebut.
Baca Juga: 60 Persen Responden Nilai Presiden Olimpiade Tokyo Tak Kompeten
Sementara itu, berkaitan dengan isu hak asasi manusia di China yang diajukan oleh para aktivis dan beberapa negara lain menjelang pertandingan 2022, Bach mengatakan IOC "menanggapi itu dengan sangat serius," namun tidak berkomentar lebih jauh.
"Kami bukan pemerintah dunia yang super, yang dapat memecahkan atau menangani masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan internasional lainnya," ungkap Bach.
Pada sesi daringnya, IOC juga dengan suara bulat menyetujui paket berisi 15 rekomendasi yang akan memandu pengambilan keputusan dalam empat tahun terakhir Bach menjabat sebagai kepala organisasi tersebut.
Diantara rekomendasi itu, IOC menyatakan akan berusaha untuk "mendorong perkembangan olahraga virtual dan lebih jauh terlibat dengan komunitas video game."
Selain itu, IOC juga bertekad untuk "mendorong Olimpiade yang berkelanjutan" dan terus mempromosikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB.
Berita Terkait
-
Suporter Asing Bakal Dilarang Hadir di Olimpiade Tokyo 2021, Ini Alasannya
-
Atlet Putri Iran akan Tampil di Olimpiade Tokyo dengan Status Pengungsi
-
BWF Perpanjang Kualifikasi Olimpiade Tokyo Hingga Pertengahan Juni
-
Posisi Hafiz/Gloria di Kualifikasi Olimpiade Tokyo Belum Aman
-
Survei Terbaru, Warga Jepang Masih Tolak Olimpiade Tokyo
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko