Suara.com - Petenis putri top Jepang, Naomi Osaka buka suara lewat akun Twitter miliknya menentang kejahatan rasisme terhadap orang-orang Asia di Amerika Serikat di tengah pandemi COVID-19.
"Jika orang menyukai orang Asia seperti halnya mereka menyukai bubble tea, anime, mochi, sushi, matcha, dll ..." tulis Osaka.
Osaka, memiliki ayah Haiti dan ibu Jepang, dan telah tinggal di Amerika Serikat sejak dia berusia tiga tahun.
"Bayangkan mengambil untung/menikmati hal-hal yang berasal dari suatu budaya dan kemudian menyerang/menghilangkan etnis yang menciptakannya," petenis 23 tahun itu melanjutkan cuitannya.
Kasus pertama infeksi virus Corona dilaporkan di Wuhan, China tengah, pada akhir 2019.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres pada Senin awal pekan ini, mengatakan dia 'sangat prihatin' tentang meningkatnya kekerasan terhadap orang Asia dan orang keturunan Asia sejak pandemi dimulai.
Pernyataan itu menyusul penembakan di Atlanta pada 16 Maret oleh tersangka pria kulit putih, di mana enam dari delapan korban pembunuhan adalah wanita keturunan Asia.
"Sangat menyedihkan bahwa ini bahkan harus menjadi tagar/slogan," tulis Osaka di Instagram-nya mengacu pada #stopasianhate. "Seharusnya itu masuk akal tetapi sepertinya akal sehat tidak umum di dunia ini sekarang."
Saat US Open musim panas lalu, yang dimenangkan Osaka untuk kedua kalinya, di setiap putaran, Osaka mengenakan masker bertuliskan nama korban kebrutalan polisi di Amerika Serikat untuk mendukung Black Lives Matter dan perjuangan melawan rasisme.
Baca Juga: Orleans Masters 2021: Thailand Gondol Dua Gelar
[Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Naomi Osaka Curhat Sulitnya Jadi Petenis Profesional Sekaligus Ibu
-
Aryna Sabalenka, Osaka, dan Williams Bersaing: Jadwal Terbaru US Open 2025!
-
Mengenal Tren Fashion Girlcore, Curi Perhatian Gegara Penampilan Naomi Osaka di US Open 2024
-
Curi Perhatian, Siapa Naomi Osaka yang Pakai Baju Tenis Berpita di US Open 2024
-
Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz Melaju ke Babak Ketiga Wimbledon 2024
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1