Sport / Arena
Minggu, 06 Juni 2021 | 22:29 WIB
Forward Satria Muda Pertamina Jakarta Sandy Ibrahim Aziz (atas) melepaskan tembakan tripoin dalam gim ketiga final IBL 2021 melawan Pelita Jaya Bakrie Jakarta di Mahaka Square Arena, Jakarta, Minggu (6/6/2021). (HO/IBL/Ariya Hoedajanto)

Permainan ketat berlanjut di kuarter ketiga, diwarnai kegagalan demi kegagalan arus serangan yang dilakukan hingga three-point play Vincent membuat Pelita Jaya memimpin 39-36, berbarengan dengan Arki harus menepi ke bangku cadangan karena foul trouble setelah terlanjur sudah melakukan empat kali pelanggaran.

Pelita Jaya mampu memanfaatkan ketiadaan Arki untuk membombardir paint area Satria Muda ketika Vincent menghempaskan dunk keduanya dan membuat kedudukan jadi 44-41 pada sisa waktu empat menit 52 detik.

Namun, Satria Muda menjawabnya dengan tiga tripoin beruntun dari Juan, Hardianus dan Kevin untuk berbalik memimpin 50-44 hingga kuarter ketiga berakhir.

Satria Muda sepertinya menemukan situasi kurang menguntungkan ketika Arki terkena foul-out saat kuarter pemungkas belum genap satu setengah menit berlangsung.

Namun, hal itu justru memotivasi para pemain Satria Muda mempersembahkan kemenangan bagi kaptennya. Sebuah layup dari Rizal Falconi membawa mereka menjauh 62-49 atas Pelita Jaya.

Sebaliknya, Pelita Jaya justru tampil di bawah beban besar dan hanya mampu memangkas ketertinggalan jadi tujuh angka dalam kedudukan 57-64 pada sisa waktu semenit lewat satu lemparan bebas Agassi.

Hal itu dijawab oleh tembakan tripoin dari Sandy Ibrahim Aziz diikuti satu lemparan bebas Hardianus demi memperlebar keunggulan Satria Muda 68-57 pada sisa waktu 24 detik.

Reggie melesakkan tembakan tripoin tapi ketika bel tanda laga usai berbunyi, Satria Muda keluar sebagai pemenang gim ketiga 68-60 sekaligus juara IBL 2021.

Baca Juga: Anies Baswedan: Kesuksesan IBL 2021 Contoh Bagi Kompetisi Lain

Load More