Suara.com - Filipina menggeser Indonesia dalam daftar peringkat perolehan medali Olimpiade Tokyo setelah petinju Carlo Paalam meraih perak di kelas terbang (48-52kg) putra di Kokugikan Arena, Sabtu.
Carlo Paalam kalah di final dari petinju Inggris Raya Galal Yafai, 1-4. Meski gagal mengukir sejarah sebagai petinju Filipina pertama yang meraih emas, hasil ini setidaknya membuat negaranya naik peringkat ke posisi 47 di Olimpiade Tokyo.
Secara keseluruhan, Filipina telah mengoleksi empat medali dengan rincian satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Dilansir situs resmi Oympics.com, Sabtu (7/8/2021), torehan tersebut sekaligus menjadikan Filipina sebagai wakil negara Asia Tenggara dengan raihan medali terbanyak di Olimpiade Tokyo.
Sementara Indonesia hingga berita ini diturunkan berada di urutan 51 dengan satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Makin jauh dari target yang dicanangkan yakni masuk 40 besar.
Bahkan posisi Indonesia saat ini, tak lebih baik dari pencapaian di Olimpiade Rio de Janeiro yakni di urutan 46.
Adapun kiprah Filipina di Olimpiade Tokyo meningkat dibandingkan di Rio de Janeiro ketika hanya meraih satu perak dan finis di urutan 69.
Filipina sebelumnya membuat sejarah di Olimpiade Tokyo dengan raihan emas pertama melalui lifter Hidilyn Diaz yang turun pada cabang olahraga angkat kelas 55kg putri.
Sementara sisa medali yang diraih di Filipina di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut berasal dari cabang olahraga tinju. Selain Carlo Paalam, Nesthy Petecio juga sukses mengukir sejarah sebagai petinju putri Filipina pertama yang meraih perak di kelas bulu (54-57kg). Adapun perunggu diraih petinju Eumir Marcial yang turun di kelas menengah (69-75kg) putra. (Antara)
Baca Juga: Stoyka Krasteva Jadi Petinju Putri Bulgaria Pertama Juarai Olimpiade
Berita Terkait
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
Emosi Meledak, Detik-Detik Korban Pelecehan FH UI Pingsan di Hadapan Pelaku
-
Catatan Gila Hector Souto usai Bawa Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala AFF
-
Janji Eksel Runtukahu Apabila Dapat Panggilan Timnas Indonesia
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Satria Muda Cuci Gudang! Dua Pemain Asing Didepak di Tengah Musim
-
Hapus VIP, Harga Tiket Indonesia Open 2026 Diklaim Merakyat, Termurah Rp40 Ribu
-
Bidik Predikat Terbaik Dunia, Indonesia Open 2026 Gabungkan Kecanggihan Teknologi dan Sport
-
Gerry Salim Harumkan Nama Indonesia, Raih Podium Kedua di ARRC Sepang 2026
-
Puji Dampak IBL All-Star 2026, Ditjen Imigrasi Bentuk Tim Permudah Masuknya Pemain Asing
-
Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Tumbangkan Samator 3-0, Persaingan Final Proliga 2026 Makin Ketat
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Masuk Grup Neraka, Ada Thailand hingga Korea
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat