Suara.com - Kontingen Jepang mengakhiri Olimpiade Tokyo dengan rekor perolehan 27 medali emas, jauh melebihi rekor tertinggi sebelumnya, yaitu 16 di Olimpiade 2000 Athena.
Manajer umum untuk delegasi nasional Jepang, Mitsugi Ogata memuji para atlet dengan mengatakan bahwa dia "senang kami dapat menyampaikan beberapa berita yang menggembirakan."
Ada kekhawatiran tentang Olimpiade 2020 Tokyo yang dianggap "tidak perlu" di tengah pandemi, tetapi dengan penampilan para atlet Jepang, penyelenggara "secara bertahap mendapatkan pemahaman publik," kata Ogata.
Penghitungan total medali Jepang mencapai 58, juga merupakan rekor, dan melebihi rekor tertinggi sebelumnya, yaitu 37 medali di Athena.
Medali tersebut termasuk selancar ombak, panjat tebing dan skateboard. Ketiganya merupakan cabang olahraga yang debut di Olimpiade Tokyo.
Jepang juga mencatatkan medali lewat cabang judo, dengan Uta dan Hifumi Abe menjadi saudara kandung pertama dalam sejarah Olimpiade yang memenangi medali emas pada hari yang sama.
Proyeksi awal oleh perusahaan data Gracenote memperkirakan Jepang mengamankan 60 medali.
Jepang juga menghadapi beberapa kekecewaan besar ketika bintang tenis Naomi Osaka tersingkir di putaran ketiga, beberapa hari setelah dia menjadi sorotan saat menyalakan kaldron api Olimpiade pada upacara pembukaan.
Di cabang olahraga golf, Hideki Matsuyama yang memenangi Turnamen Master 2021, gagal mengantongi perunggu di nomor putra.
Baca Juga: Mengenal Quinn, Pesepak Bola Transgender Pertama yang Sabet Emas Olimpiade
Sementara sebagian besar publik tetap menentang Olimpiade tahun ini, setelah ditunda pada tahun 2020 karena pandemi COVID-19, IOC telah menggembar-gemborkan jumlah penonton televisi yang tinggi untuk menunjukkan dukungan publik Jepang terhadap acara olahraga multievent dunia itu.
Bahkan, jumlah penonton televisi untuk semifinal sepak bola antara Jepang dan Spanyol pada satu titik melonjak menjadi 43 persen, menurut harian Yomiuri.
Penyelenggara juga memuji keberhasilan mereka dalam mencegah penyebaran COVID-19 di antara staf dan atlet Olimpiade.
Namun, kasus virus corona harian di kota tuan rumah membengkak selama Olimpiade, melebihi jumlah sebelumnya, dan sempat mencapai lebih dari 5.000 kasus.
Berita Terkait
-
Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
-
NOC Berikan Penghargaan untuk 10 Pelaku Olahraga Salah Satunya Timnas Futsal Indonesia
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Refleksi Hari Kartini: Susy Susanti dan Greysia Polii Bicara Keberanian untuk Bermimpi
-
Pesilat Indonesia Kompak Dukung Misi Prabowo: Pencak Silat Wajib Tembus Olimpiade!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
-
NOC Berikan Penghargaan untuk 10 Pelaku Olahraga Salah Satunya Timnas Futsal Indonesia
-
Tembus Rute Neraka 1.034 KM, Juney Hanafi Jadi Orang Indonesia Pertama Juara Lintang Flores
-
Veda Ega Pratama Bangkit di Le Mans, Lolos Langsung ke Q2 Moto3 Prancis
-
Mario Aji Terpuruk di Le Mans, Gagal Masuk 14 Besar dan Mulai Moto2 Prancis dari Q1
-
MotoGP Terapkan Aturan Baru Pit Lane di GP Prancis, Pengawasan Makin Ketat
-
Marc Marquez Ambil Jalan Berbeda di Le Mans, Ducati Terbelah Opsi Aero GP26
-
Dino Prizmic Singkirkan Idolanya, Novak Djokovic Gagal Melaju di Roma 2026
-
DBL Resmi Luncurkan Super Teacher, Benahi Manajemen Talenta Basket Pelajar
-
Antisipasi Format Baru BWF, Audisi Umum PB Djarum 2026 Cari Atlet Agresif dan Tangguh dari Luar Jawa